Gaji Cuma Setara UMP Juga Bisa Beli Rumah Lho, Begini Caranya!

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 19 Okt 2021 11:13 WIB
Rumah Murah di Parung Panjang
Ilustrasi/Foto: Rumah Murah di Parung Panjang (Achamd Dwi Afriyadi/detikcom)
Jakarta -

Generasi milenial dinilai memiliki gaya hidup konsumtif. Beberapa survei yang dilakukan oleh BTN menyebutkan alasan milenial belum membeli rumah kebanyakan karena belum menemukan rumah yang tepat dan belum mampu secara finansial.

Bicara mengenai finansial, mungkin ada di antara detikers yang sudah memiliki gaji UMP (Upah Minimum Provinsi) namun masih bingung untuk mengalokasikan berapa banyak untuk kebutuhan membeli rumah atau mungkin masih berpikir maju mundur untuk membeli rumah.

Generasi milenial yang memiliki gaji sebesar UMP bisa memiliki rumah dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan memiliki upah yang terdaftar di perusahaan, memiliki slip gaji dan sudah menjadi pegawai kurang lebih selama dua tahun.

Konsultan Property Ruby Herman mengatakan, membeli rumah harus disesuaikan dengan kemampuan finansial. Hitungannya bagi generasi milenial yang memiliki upah minimum provinsi (UMP) bisa mengalokasikan sepertiga dari upah untuk membeli rumah.

Artinya, mereka harus mencari rumah dengan cicilan sepertiga dari penghasilan bulanan. "Jadi saran saya buat milenial bergaji UMP belilah yang sesuai dengan kemampuannya atau sesuai dengan rasio dari UMP," kata Ruby kepada detikcom, Selasa (19/10/2021).

"Misalnya anggap UMP itu Rp 4,2 juta atau Rp 4 juta kita anggap sepertiganya. Jadi carilah properti yang harga cicilannya kurang lebih Rp 1 jutaan. Ada nggak? Ada, salah satunya yaitu rumah subsidi, dengan rumah subsidi teman-teman bisa membeli properti sesuai kemampuan," sambung Ruby.

Setelah yakin dan menyelesaikan akad membeli rumah, generasi milenial bisa mencari penghasilan tambahan yang sesuai dengan minat dan kemampuan diri. Gunanya untuk menopang pembayaran cicilan rumah jika suatu waktu terjadi hal yang tidak diinginkan misalnya PHK atau pengurangan gaji.

"Saat akad, mulailah mencari penghasilan tambahan atau side hustle, semakin besar semakin bagus. Siapa tahu di tahun ketiga atau kelima penghasilan tambahan terkumpul bisa jual propertinya lalu upgrade ke properti yang lebih bagus karena mengalami peningkatan dari sisi pekerjaan," katanya.

(eds/eds)