Mending Mana, Beli atau Bangun Rumah Sendiri?

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 19 Okt 2021 14:11 WIB
Uang ratusan juta bahkan miliaran rupiah kini dikantongi warga Klaten yang terdampak proyek Tol Yogya-Solo. Uang itu pun digunakan untuk bangun rumah baru.
Ilustrasi/Foto: Achmad Syauqi/Detikcom
Jakarta -

Memiliki rumah sebagai salah satu kebutuhan primer tentu jadi idaman setiap orang. Akan tetapi, terkadang muncul kebimbangan harus memilih membangun rumah sendiri atau membeli rumah di pengembang perumahan.

Ada beberapa pertimbangan untuk menjatuhkan pilihan antara membangun atau membeli rumah. Konsultan Properti Ruby Herman mengatakan, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

"Nah kalau teman-teman membeli (rumah) ada tiga cara, cash keras, KPR atau cash bertahap. Kebanyakan orang yang bekerja memilih secara KPR atau kalau misalnya orang tuanya ada uang, pinjam dulu untuk membeli," kata Ruby kepada detikcom, Selasa (19/10/2021).

Dia mengatakan, kelebihan membeli rumah yaitu si pembeli dapat menghemat waktu dan tenaga. Pihak perbankan sendiri yang akan memilih dan menilai akan legalitas developer tersebut.

"Jadi secara tidak langsung kita lebih untung karena ada pihak bank yang membantu menyeleksi rumah tersebut. Saat kita membeli rumah jadi itu sudah diurusin sama developernya dari IMB hingga bahan bangunan, teman-teman tinggal beli dan melakukan proses lewat KPR nya. Saat diseleksi dan kemudian lolos teman-teman bisa langsung menghuni dan tinggal," jelasnya.

Untuk kelemahannya, kata dia, rumah sudah jadi yang didapat dari developer cenderung akan memakan biaya lebih besar ketimbang membangun rumah sendiri.

Sementara itu, proses membangun rumah sendiri cukup panjang dari mulai pembelian tanah, mengurus proses izin mendirikan bangunan (IMB) hingga memilih bahan bangunan dan tukang.

"Kalau dari sisi membangun rumah mungkin keuntungannya bisa mendapatkan harga yang lebih murah dibandingkan beli lewat developer. Karena kenapa? Pasti ada keuntungan dari developer bisa menginvestasikan waktu untuk kita belajar bagaimana memilih bahan bangunan, bagaimana mengurus IMB dan bagaimana memilih tukang yang bisa membangun rumah sesuai dengan impian," paparnya.

"Tapi kelemahannya teman-teman harus lebih detail dan belajar untuk proses pembangunannya karena kan panjang prosesnya dari mulai memilih tanah, membeli, mengurus IMB, mengurus pajaknya, bahan bangunannya dan lain-lain," pungkasnya.

(eds/eds)