Ada 65 Juta Rumah Kosong di China, Bisa Tampung Penduduk Satu Negara

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 27 Okt 2021 10:24 WIB
Tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai menyelidiki asal-usul COVID-19 di China. Mereka menyisir laboratorium, pasar, dan rumah sakit di Wuhan.
Foto: AP Photo
Jakarta -

China dipenuhi oleh rumah-rumah kosong tak berpenghuni. Totalnya diperkirakan mencapai 65 juta rumah yang tak bertuan, cukup untuk menampung penduduk Prancis yang saat ini totalnya sekitar 65 jutaan orang.

Berjarak satu hingga dua jam berkendara di luar kota Shanghai atau Beijing, Anda dapat menemukan sesuatu yang aneh, akan terlihat bangunan real estat yang megah dan modern. Secara umum properti-properti tersebut dalam kondisi baik, namun layaknya kota hantu, gedung-gedung itu kosong. Demikian disadur detikcom dari Business Insider, Rabu (27/10/2021).

Kota hantu China yang paling terkenal mungkin adalah Kota Baru Ordos, juga dikenal sebagai Kangbashi, di wilayah Mongolia Dalam. Kota ini awalnya dimaksudkan untuk menampung 1 juta orang, kemudian dikurangi menjadi 300 ribu. Tetapi pada 2016, hanya 100 ribu orang yang tinggal di dalamnya. Kangbashi akhirnya berhasil memikat penduduk setelah China memindahkan beberapa sekolah unggulannya ke kota.

Data dari Survei Keuangan Rumah Tangga China menunjukkan bahwa 21% rumah atau sekitar 65 juta unit kosong pada tahun 2017.

Hal pertama yang harus dipahami tentang kota hantu di China adalah kenyatannya mereka bukan kota yang rusak. Sebaliknya, mereka penuh dengan bangunan baru yang dibeli sebagai investasi.

"Rumah-rumah ini kosong berarti mereka dijual kepada investor dan pembeli, tetapi tidak ditempati oleh pemilik atau penyewa," kata Xin Sun, seorang dosen senior dalam bisnis Cina dan Asia Timur di King's College London.

Dari sisi penawaran, kata Sun, pemerintah mendapatkan pendapatan penjualan yang besar dari menyewakan lahan kepada pengembang.

"Ini memberikan insentif yang sangat kuat kepada pemerintah untuk mendorong pembangunan, bukan membatasinya," katanya.

Setiap tahun, China mulai membangun 15 juta rumah baru. Itu lima kali lebih banyak dari gabungan AS dan Eropa.



Simak Video "Dihantam Covid-19, China Lockdown Lagi-Gelar Tes Massal"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ang)