Mengintip Data Perumahan yang Bergairah Lagi Usai Dilibas Pandemi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 19 Nov 2021 13:32 WIB
KPR Tapera
Foto: Penjualan Perumahan (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) merilis Hasil Survey Harga Properti Residensial (SHPR) yang mengindikasikan harga properti residensial tumbuh pada Triwulan III/2021. Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, pertumbuhan itu tercermin dari kenaikan indeks harga properti residensial (IHPR) di Triwulan III/2021 sebesar 1,41% Year on Year (YoY).

"Pada Triwulan IV/2021 harga properti residensial diperkirakan masih tumbuh sebesar 1,19% YoY. Sementara itu pembiayaan fasilitas KPR masih menjadi pilihan utama konsumen dalam membeli properti residensial hingga mencapai 75,38% dari total pembiayaan." demikian tertulis dalam situs resmi Bank Indonesia.

Kondisi kebangkitan bisnis properti akan menggerakkan ekonomi karena kontribusinya mencapai 15% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Seiring dengan PDB Indonesia yang kini melaju di lajur positif, CEO PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) John Riady yakin demand terhadap kebutuhan residensial akan meningkat pesat. "Dalam sepuluh tahun ke depan Indonesia memasuki era golden age of home ownership.

Ditunjang oleh pendapatan per kapita yang semakin meningkat dan fasilitas perbankan untuk pembiayaan kepemilikan rumah dengan bunga KPR yang terjangkau, saya yakin bisnis properti di Indonesia akan semakin bertumbuh.

"LPKR sebagai pengembang terkemuka akan menciptakan produk yang lebih inovatif untuk mendorong kebangkitan generasi dalam peningkatan kepemilikan rumah," kata John Riady.

LPKR meyakini mulai awal tahun 2022 sektor properti bangkit. Saat ini pun penjualan sudah mulai menggeliat. Selama 9 bulan pertama di tahun 2021, pra penjualan LPKR meningkat 71% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Target LPKR tahun 2021 dapat mencapai 2 kali lipat penjualan dibandingkan tahun lalu.

Landed house merupakan produk unggulan yang mencapai 70% dari total penjualan di mana sekitar 75% pembeli adalah kalangan milenial. Sekitar 90% dari konsumen LPKR adalah end user, dan sekitar 85% pembeli end user ini menggunakan fasilitas KPR.

"Pada masa awal pandemi, kami pikir penjualan rumah akan jatuh. Tetapi diluar dugaan ternyata jauh berbeda. Penjualan rumah LPKR meningkat hampir 2 kali lipat. Era golden age of home ownership telah dimulai sejak sekarang, permintaan properti kelas menengah ke atas mengalami peningkatan yang signifikan. Kami akan terus membangun dan perlahan menambah landbank. Saat ini pun kami tengah bersiap memasarkan landed house terbaru 'Cendana Cove' yang akan diluncurkan pada minggu ke empat bulan November 2021." ujar John.

LPKR yang memiliki landbank sebesar 1,362 hektar dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan total aset sebesar US$ 4.4 miliar per 30 September 2021, pada semester I/2021 mencatatkan kenaikan angka pendapatan YoY sebesar 36% menjadi Rp 7,23 triliun sedangkan EBITDA meningkat 102% menjadi Rp 1,95 triliun.

Angka pra penjualan pada kuartal III/2021 Rp 1,6 triliun dan meningkatkan pra penjualan sembilan bulan pertama tahun 2021 menjadi Rp 3,9 triliun atau meningkat 71% YoY sehingga telah mencapai 93% dari target di tahun 2021 sebesar Rp 4,2 triliun.

(hal/dna)