ADVERTISEMENT

Penjualan Rumah Mewah Meningkat di Tengah Pandemi, Gara-gara Apa?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 01 Des 2021 11:37 WIB
Ilustrasi Proyek Properti
Penjualan Rumah Mewah Meningkat di Tengah Pandemi, Gara-gara Apa?
Jakarta -

Pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan transportasi umum di Jabodetabek, khususnya DKI Jakarta, yang begitu masif berimbas pada industri properti di sejumlah kawasan, salah satunya di Jakarta Selatan. Pembangunan jalan tol dan Jakarta Light Rail Transit (LRT) menjadi nilai plus bagi pengembang properti.

Berdasarkan data Bank Indonesia, penjualan tipe rumah besar pada kuartal ketiga tahun 2021 mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 45,57 persen (yoy). Data Indonesia Property Watch (IPW) untuk kuartal yang sama juga membenarkan hal tersebut.

Hasil riset Indonesia Property Watch (IPW) baru-baru ini menyebut ada tren pertumbuhan pasar Jabodebek dan Banten pada Kuartal III 2021 mengalami nilai penjualan yang signifikan 53,5 persen (qtq), dari Rp1.557.843.085 pada Kuartal II 2021 menjadi Rp2.391.547.480. Jumlah unit properti yang terjual pun meningkat mencapai 2.290 atau naik 12,4 persen.

Dari data tersebut, terlihat pasar perumahan terus terkonsentrasi di segmen menengah atas. Penjualan rumah di atas Rp1 miliar bertumbuh 35,3 persen. Jumlah itu meningkat pesat dibandingkan data penjualan kuartal kedua 2021 yang minus 4 persen.

Salah satunya yang merasakan dampak positif dari pembangunan infrastruktur itu adalah Kreame Property Indonesia. Pengembang yang tengah membangun sejumlah hunian kelas menengah mewah di Cilandak, Bango, Fatmawati, dan Kemang itu mengakui bahwa kemudahan akses mempermudah mereka dalam memasarkan produk properti yang tengah dibangun.

"Kemudahan akses menjadi salah satu pertimbangan kami dalam pengembangan proyek properti. Dengan begitu, kami bisa memberikan value lebih kepada calon pembeli," kata Komisaris Utama Kreame Property Muhammad Kerry Adrianto Riza, Rabu (1/12/2021).

"Properti yang dikembangkan oleh kami berada dalam wilayah yang punya aksesbilitas baik, seperti jalan tol dan atau dekat dengan transportasi umum seperti LRT dan MRT," tambahnya.

Lanjut halaman berikutnya.

Akses yang begitu mudah ditempuh itu menjadi salah satu alasan bagi calon pembeli dalam mempertimbangkan properti yang akan dibeli, termasuk untuk rumah kategori menengah mewah di kisaran harga Rp 2 miliar hingga Rp5 miliar.

Kerry Riza pun berharap pertumbuhan industri properti pada tahun 2022 juga akan terus membaik. Sejumlah pengembang properti, termasuk Kreame Property Indonesia, memang memprediksi pasar properti pada 2022 akan semakin membubung lantaran kondisi pandemi Covid-19 yang semakin terkendali dan dukungan dari pemerintah terhadap industri tersebut.

(kil/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT