RI Pindah Ibu Kota, Perusahaan Surya Paloh Pede Gedung Indonesia 1 Laku

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 18 Mar 2022 15:29 WIB
Pembangunan Gedung Indonesia 1 yang berada di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, terancam mangkrak akibat adanya kisruh internal.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Media Group, bisnis milik Surya Paloh optimistis penjualan pada Gedung Indonesia 1 tak terganggu meski Indonesia pindah ibu kota ke Kalimantan Timur. Sebab, ke depan Jakarta akan tetap menjadi kota bisnis yang akan terus tumbuh.

"Terkait dengan pembangunan ibu kota negara yang baru kami memiliki keyakinan dan bahkan berdasarkan hasil study yang kita dapat, 5-10 tahun ke depan Jakarta masih akan jadi kota bisnis, bukan cuma di Indonesia akan terus tumbuh, tapi di wilayah Asia Pasifik," kata CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib dalam konferensi pers, Jumat (18/3/2022).

Selain itu, pihaknya juga mengarahkan penjualan Gedung Indonesia 1 untuk pasar internasional. Sehingga, diyakini tidak terganggu oleh pembangunan ibu kota negara.

"Berdasarkan riset itu market kita arahkan memang ke pasar-pasar internasional. Jadi sebenarnya tidak terganggu dengan proses pembangunan ibu kota negara yang baru. Apalagi kekhawatiran investasi semuanya masuk ke ibu kota IKN," ujarnya.

Gedung Indonesia 1 memiliki tinggi 300 meter dan terdiri dari 2 tower yakni North dan South. Gedung tersebut memiliki 59 lantai dan 55 lantai di atas tanah.

Kemudian, gedung ini merupakan gedung multifungsi yang mencakup perkantoran, area ritel podium, dan hunian mewah.

En-bloc South Tower atau Menara Selatan akan didivestasikan berdasarkan strata title yang memungkinkan pembeli memiliki opsi fleksibel untuk digunakan sendiri, disewakan atau dijual.

"Jadi kalau terkait properti kita lagi bicara gedung yang berbeda dengan gedung lainnya," ujarnya.



Simak Video "Usai PKS, Giliran Demokrat Merapat ke Markas NasDem Besok"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)