ADVERTISEMENT

Jadi Target Sanksi AS, Rumah Abramovich Rp 713 M Terancam Dibekukan

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 21 Mar 2022 10:13 WIB
FILE - Chelsea soccer club owner Roman Abramovich sits in his box before their English Premier League soccer match against Sunderland at Stamford Bridge stadium in London, Dec. 19, 2015. Chelsea owner Roman Abramovich has on Saturday, Feb. 26, 2022 suddenly handed over the “stewardship and care” of the Premier League club to its charitable foundation trustees. The move came after a member of the British parliament called for the Russian billionaire to hand over the club in the wake of Russia’s invasion of Ukraine. (AP Photo/Matt Dunham, File)
Foto: AP/Matt Dunham
Jakarta -

Pemilik Chelsea yang juga miliarder asal Rusia, Roman Abramovich terancam mendapat sanksi dari Amerika Serikat (AS). Hal ini terkait dugaan kedekatannya dengan Presiden Vladimir Putin yang menggagas operasi militer ke Ukraina.

Sebuah rumah besar di Pegunungan Rocky yang dimiliki Abramovich kemungkinan akan jadi salah satu aset pertama yang dibekukan oleh pemerintah AS. Rumah itu seluas 14.000 kaki persegi di atas lahan 200 hektar di Snowmass, Colorado, tepat di luar Aspen.

Miliarder Rusia yang terkenal di Barat itu membelinya pada 2008 seharga US$ 36,5 juta atau setara Rp 520,93 miliar (kurs Rp 14.272). Pialang lokal mengatakan properti itu kemungkinan terjual lebih dari US$ 50 juta atau Rp 713,6 miliar karena harga melonjak, menjadikannya rumah termahal kedua yang pernah dijual di daerah Aspen.

"Ini adalah properti yang luar biasa dan sangat langka. Banyak klien saya menanyakan hal itu," kata pendiri tim pialang Saslove & Warwick di Douglas Elliman Real Estate, Riley Warwick dikutip dari CNBC, Senin (21/3/2022).

Abramovich juga memiliki rumah bergaya chalet seluas 5.500 kaki persegi di Snowmass Village yang dibeli pada 2008 seharga US$ 11,8 juta. Properti itu tak jauh dari rumahnya yang lebih besar, kemungkinan berfungsi sebagai wisma, rumah penjaga atau rumah ski karena berada di sebelah lereng.

Para ahli mengatakan properti adalah target utama untuk pembekuan aset jika Abramovich diberi sanksi. Tidak seperti kebanyakan real estat milik oligarki di AS, properti Snowmass dibeli dan tetap atas nama Abramovich.

Hal itu membuat pemerintah dapat lebih mudah dan cepat menyita aset karena berada di bawah kepemilikan resmi individu yang terkena sanksi. Mereka tidak harus melalui prosedur hukum untuk menentukan kepemilikan.

Sebagian besar real estat AS yang dimiliki oleh miliarder dan oligarki Rusia ditahan melalui perusahaan cangkang anonim atau LLC untuk menyembunyikan kepemilikan mereka yang sebenarnya. Banyak oligarki juga mentransfer properti AS mereka dalam beberapa tahun terakhir kepada kerabat atau rekanan.

Oleg Deripaska telah mengalihkan real estat AS miliknya, termasuk dua townhouse di Manhattan dan sebuah rumah di Washington, D.C., kepada kerabatnya. Abramovich mengalihkan kepemilikan tiga townhouse Manhattan kepada mantan istrinya Dasha Zhukova pada 2018.

Abramovich telah dikenai sanksi di Inggris dan Kanada. Gedung Putih AS saat ini sedang mempertimbangkan apakah akan memasukkan Abramovich dalam putaran sanksi berikutnya.

(aid/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT