6 Hal yang Wajib Ditanya ke Pengembang Sebelum Beli Rumah

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Sabtu, 21 Mei 2022 20:00 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tetap optimis pelaksanaan Program Sejuta Rumah akan semakin meningkat usai hari raya Idul Fitri. Semakin meningkatnya kebutuhan rumah layak huni serta adanya kebijakan pemerintah untuk mendorong perekonomian diberbagai sektor industri diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat terhadap properti di Indonesia.
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Memiliki hunian di perumahan kerap menjadi pilihan banyak masyarakat. Hal ini karena rumah di kawasan perumahan biasanya sudah menyediakan fasilitas pendukung, jadi untuk pindah dan menempatinya akan lebih mudah dilakukan.

Namun, meski begitu calon pembeli rumah juga perlu memperhatikan beberapa hal penting kepada pengembang, sebelum benar-benar memutuskan untuk membeli rumah di tempat tersebut.

Hal apa saja yang perlu ditanyakan? Berikut adalah hal yang wajib ditanyakan ke pengembang, sebelum membeli rumah:

1. Legalitas

Mengetahui legalitas atau perizinan menjadi hal penting utama, ketika hendak membeli rumah. Hal tersebut juga diungkapkan oleh CEO Daun Karya Property Kharolina Lesli, yang mengungkapkan legalitas harus menjadi yang pertama disampaikan ke developer. Hal ini karena akan mempengaruhi proses pembelian ke depannya.

"Pertama itu legalitas yang harus ditanyakan. Bagaimana perizinannya, mulai dari izin lokasi, izin lingkungan, izin pembangunan. Minta lihat sertifikatnya ke developer, harus berani minta jangan takut-takut," katanya kepada detikcom, beberapa waktu lalu.

Ia juga mengungkapkan bahwa developer yang benar, tidak akan menutup-nutupi atau takut menunjukkan bukti legalitas perusahaan dan proyek perumahannya.

2. Sertifikat

Beberapa sertifikat seperti akta jual beli (AJB), sertifikat hak guna bangunan (SHGB), ยท sertifikat hak milik (SHM) hingga surat pajak bumi dan bangunan (PBB) juga menjadi pertanyaan penting, yang wajib ditanyakan kepada pengembang.

3. Serah Terima Kunci

Untuk rumah yang ready, bisa ditanyakan kapan bisa segera ditempati? Kemudian, untuk rumah inden yang biasanya harus menunggu beberapa bulan, juga bisa ditanyakan berapa lama proses pembangunannya?. Jika, pembangunan lewat dari target yang dijanjikan, kompensasi apa yang didapatkan? hingga kapan bisa serah terima kunci dan proses pemasangan listrik juga harus ditanyakan.

4.Mengetahui Spesifikasi Bangunan dan Survei

Pertanyaan seputar spesifikasi bangunan perlu untuk membuat kita tahu, bahan apa saja yang digunakan untuk membangun rumah tersebut. Calon pembeli juga bisa langsung survei, dan meminta developer untuk menjelaskan proyek pembangunan yang sedang dikerjakan rumah (jika memang masih dikerjakan). Selain itu, jangan lupa juga tanyakan terkait luas tanah, kondisi lingkungan, akses, hingga fasilitas umumnya.

5. Cara Pembelian

Cara pembelian rumah juga bisa langsung ditanyakan. Apakah developer menyediakan skema pembayaran KPR, cash, sampai cash bertahap. Tanyakan, bank mana saja yang memfasilitasi kredit di developer tersebut? Dengan adanya kerja sama bank ini, biasanya calon konsumen juga memeriksa kredibilitas developer kepada pihak bank.


"Jadi bisa tuh ditanya ke bank, apakah benar developer ini bekerja sama dengan bank, sudah berapa lama ya, itu bisa ditanyakan. Supaya makin yakin dengan developer pilihannya," jelas Kharolina.

Jangan lupa, tanyakan apa saja persyaratan dan keuntungan apa saja yang didapatkan ketika mengambil pilihan metode pembelian tersebut.

6. Biaya Tambahan

Ini merupakan hal penting yang perlu calon pembeli, sebelum membeli rumah. Manapa? Karena terkadang ada developer yang menuliskan harga standar sebuah rumah, tapi tidak mencantumkan biaya-biaya tambahan yang harus dibayar oleh konsumen ke depan. Jadi, baiknya pastikan dulu biaya tambahan apa yang harus dikeluarkan agar bisa disiapkan uang dan ke depannya menjadi lebih nyaman.

Selain biaya tambahan, developer juga sering kali memberikan hadiah-hadiah untuk para calon konsumennya. Seperti unit AC, pemasangan kanopi sampai cashback uang tunai. Ini juga menjadi penting dan wajib ditanyakan.

(fdl/fdl)