ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Sebut Masyarakat Makin Sulit Beli Rumah, Benarkah?

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Rabu, 06 Jul 2022 16:40 WIB
beli rumah
Foto: shutterstock
Jakarta -

Tingginya suku bunga akibat inflasi berpotensi mempengaruhi sektor perumahan. Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, masyarakat kemungkinan akan kesulitan membeli rumah.

Menurut Perencana keuangan Andy Nugroho, poin yang disampaikan Sri Mulyani ada benarnya. Andy menyebut kenaikan suku bunga akan mengerek bunga kredit yang pada akhirnya menambah beban cicilan KPR.

"Termasuk juga misalnya kita mau KPR (Kredit Pemilikan Rumah), cicilan per bulannya akan lebih besar," kata Andy saat dihubungi detikcom, Rabu (6/7/2022).

Selain menyulitkan, kondisi ini setidaknya membuat masyarakat akan berpikir ulang sebelum membeli rumah. Masyarakat bisa khawatir bahwa mereka tidak mampu membayar cicilan.

"Jadi sedikit banyaknya saya setuju dengan pernyataan tersebut (Sri Mulyani), lebih pada coba dipikir ulang sebelum ambil KPR. Karena KPR jangka panjang, minimal 10-20 tahun," lanjut Andy.

Andy menambahkan, ada kalangan masyarakat yang memang tidak keberatan dengan kenaikan suku bunga. Hal ini berdasarkan spekulasi jika suku bunga KPR bakal kembali turun suatu waktu.

Menurut Andy, masyarakat tersebut berpotensi untuk tetap membeli atau mencicil rumah meskipun suku bunga KPR sedang tinggi.

Sebaliknya, golongan masyarakat yang memperhatikan pergerakan suku bunga harus bisa mengukur kemampuan. Sebab, jika memaksakan membeli rumah di luar kemampuan maka berpotensi merepotkan dirinya sendiri.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan kondisi ini terpengaruh situasi ekonomi dunia. Ia mengungkapkan pemerintah berupaya membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bisa memiliki rumah.



Simak Video "Start Bisnis Properti Modal UMR"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT