ADVERTISEMENT

Benar Kata Sri Mulyani Harga Rumah di RI Makin 'Liar', Ini Datanya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 13 Jul 2022 13:35 WIB
Sejumlah rumah murah ditawarkan di laman lelang. Harga yang ditawarkan Rp 300 jutaan.
Benar Kata Sri Mulyani Harga Rumah di RI Makin 'Liar', Ini Datanya/Foto: istimewa/lelang.go.id
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai masyarakat Indonesia akan makin sulit punya rumah karena harganya naik terus setiap tahun. Kenaikan harga rumah dan tanah yang semakin liar bisa membuat generasi muda semakin sulit punya rumah sendiri.

Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan bahwa harga rumah memang selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Penyebab harga rumah selalu naik diantaranya adalah terjadinya inflasi, ketersediaan tanah yang tak pernah bertambah sementara jumlah penduduk terus bertambah, dan kenaikan harga bahan bangunan.

"Berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index, indeks harga rumah dalam 3 tahun terakhir meningkat 10%. Walaupun sempat mengalami perlambatan akibat pandemi di tahun 2020-2021, tapi tren peningkatan harga kembali berlanjut di tahun 2022 dengan kenaikan 5% secara tahunan," jelas Marine dalam keterangan tertulis, Rabu (13/7/2022).

Rumah.com Indonesia Property Market Index juga mengungkap bahwa tingkat kenaikan harga terjadi lebih besar lagi di area Jabodetabek di mana kenaikan harga rumah mencapai 11,5% di Tangerang Selatan, 24,5% di Kabupaten Tangerang, 8,5% di Kabupaten Bogor, dan 7,5% di Kota Depok terutama didorong oleh area-area idaman yang menjadi incaran pencari rumah.

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) tersebut memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 700.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Salah satu contoh tingkat kenaikan harga yang lebih besar di wilayah Jabodetabek adalah area Cinere di Kota Depok dimana saat ini harga rumah tapak mencapai Rp 13.276.000 per meter persegi. Dalam dua tahun ke depan diperkirakan harganya bisa mengalami kenaikan dalam kisaran Rp 15 jutaan per meter persegi atau harga rumah yang tadinya sebesar Rp 700 juta bisa naik Rp 100 jutaan dalam waktu dua tahun.

Marine mengatakan bahwa tingkat kenaikan harga rumah tersebut tentunya di atas laju purchasing power bagi kebanyakan pencari rumah sehingga menjadi masalah bersama yang perlu dicari solusinya.

Apalagi berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2020, angka backlog kepemilikan perumahan mencapai Rp 12,75 juta di mana angka tersebut belum termasuk pertumbuhan keluarga baru yang diperkirakan sekitar Rp 700.000-800.000 per tahunnya.



Simak Video "Prediksi Harga Minyak, Batu Bara dan CPO Versi Sri Mulyani"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT