ADVERTISEMENT

Aneh! Sepi Pembeli, Harga Rumah di AS Malah Naik Gila-gilaan

Ilyas Fadilah' - detikFinance
Kamis, 21 Jul 2022 10:04 WIB
House, Brick, Built Structure, Detached House, Front
Foto: Getty Images/iStockphoto/Xacto
Jakarta -

Meski pembelian sedang lesu, harga rumah di Amerika Serikat justru mencatatkan level tertingginya sepanjang masa. Hal ini membuat konsumen harus menahan diri akibat kemampuan finansial yang kurang mumpuni.

Menurut laporan National Association Realtors (NAR), harga rata-rata rumah di Amerika Serikat (AS) bulan lalu adalah US$ 416 ribu atau Rp 6,24 miliar, naik 13,4% dari tahun lalu.

Penjualan rumah seperti kondominium, rumah keluarga, townhome, dan koperasi (co-ops) turun 5,4% pada Mei-Juni dan 14,2% dari tahun lalu. Angka penjualan di bulan Juni 2022 merupakan yang terendah sejak Juni 2020, yang sebelumnya telah terpuruk akibat pandemi.

"Turunnya keterjangkauan perumahan berdampak pada calon pembeli," kata kepala ekonom NAR Lawrence Yun, dikutip dari CNN, Kamis (21/7/2022).

Yun menyebut tingkat hipotek dan harga rumah meningkat tajam dalam waktu yang singkat. Dalam rentan waktu Mei-Juni, stok rumah naik 9,6% atau naik 2,4% dibanding tahun lalu.

"Rumah dengan harga tepat dijual dengan sangat cepat, tetapi rumah dengan harga terlalu tinggi menghalangi calon pembeli," kata Yun menambahkan.

Meski pembelian menurun, hal ini tidak mempengaruhi harga rumah yang terus menanjak. Miami mencatatkan kenaikan harga rata-rata terbesar yaitu naik 40% dibanding tahun lalu.

Kenaikan harga rumah terjadi juga di Orlando yang mencapai 30,6%, dan Nashville sebesar 30,6%.

Saat ketersediaan stok harusnya menekan harga rumah, tingkat hipotek naik justru mengurangi daya beli masyarakat. Kepala Ekonom Realtor.com Danielle Hale menyebut harus melihat faktor mana yang berdampak besar pada penjualan rumah.

"Saya berharap keterjangkauan lebih tinggi dibanding ketersediaan (rumah)," ungkap Hale. Menurutnya masyarakat harus memanfaatkan fleksibilitas kerja untuk mencari cara mengurangi mahalnya biaya perumahan, dan mengurangi inflasi pribadi mereka.

Berdasarkan data NAR, penjualan rumah dari Mei-Juni di wilayah Timur Laut cenderung stabil dan hanya turun 1,6% di Midwest. Sementara wilayah Selatan turun 6,2%, dan wilayah Barat turun 11,1%.



Simak Video "Pemprov DKI Ubah Nama Rumah Sakit Jadi 'Rumah Sehat untuk Jakarta'"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT