ADVERTISEMENT

Raksasa Studio Film AS Mau Bikin Theme Park di RI, Intip Lokasinya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 16 Agu 2022 10:33 WIB
Paramount Pictures
Foto: Paramount Pictures (Istimewa)
Jakarta -

Sebuah kolaborasi internasional antara Paramount Pictures dan perusahaan Indonesia, PT Kios Ria Kreasi (KIOS), telah menandatangani kesepakatan kerjasama untuk membangun sebuah wahana wisata (theme park) internasional untuk keluarga di Bali, Indonesia.

Wahana wisata seluas 57 hektar itu akan menjadi taman wisata terluas di Asia Tenggara. Wahana wisata itu akan menampilkan suasana tropis yang rimbun dan akan diisi dengan berbagai wahana petualangan yang menakjubkan bagi segala usia.

Taman wisata itu akan menciptakan pengalaman baru yang menggabungkan antara keindahan alam dan karakter tematik dunia sinema Paramount Pictures, digabung dengan karakter kebudayaan Indonesia, dan kenyamanan setiap pengunjung.

Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Vice President of Themed Entertainment and Experiences Paramount Global, Ty Granaroli, dengan Direktur Utama KIOS, Ade Sulistioputra.
Acara penandatanganan kerjasama dihadiri oleh Direktur Pengembangan Bisnis KIOS, Adinda Kuntadi, Senior Vice President Themed Entertainment Paramount Global, Marie Marks, bersama dengan perwakilan yang lain dari Paramount's Consumer Products and Experience Groups.

Turut bergabung secara virtual para pejabat Indonesia terkait, termasuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno; Gubernur Bali, I Wayan Koster; Bupati Jembrana, I Nengah Tamba; Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Rosan Roeslani; dan Direktur Utama Perumda Kerta Bali Saguna, Nyoman Kami Artana. Acara pada Senin sore, 25 Juli 2022, di studio Paramount Pictures, Los Angeles, California, Amerika Serikat.

Direktur Utama KIOS, Ade Sulistioputra, mengatakan bahwa wahana wisata ini akan menjadi sebuah destinasi wisata yang atraktif dan dapat mengedukasi komunitas global tentang keindahan lansekap alam Indonesia dikombinasikan dengan karakter hiburan dari film-film tematik produksi Paramount Pictures.

Dia menambahkan bahwa berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh EY Parthenon, taman wisata ini diproyeksikan mampu menampung hingga lebih 5 juta pengunjung di tahun pertama.
"Paramount adalah sebuah brand global yang menangkap imajinasi setiap orang dari anak-anak hingga dewasa. Kita semua mempunyai memori yang seru dari film-film Paramount, dengan pengakuan dan pujian karya yang luar biasa selama 110 tahun terakhir ini. Kami akan memanfaatkan karakter-karakter yang ada di dalam perpustakaan Paramount Pictures yang menyimpan lebih 1.000 film, menggunakan brand dan karakter yang akan menarik bagi semua orang di segala usia. Sedang atraksi lain yang juga bisa ditampilkan seperti karakter-karakter di dalam Nickelodeon seperti SpongeBob SquarePants, Dora the Explorer, dan Teenage Mutant Ninja Turtles," jelas Ade.

Taman wisata ini juga akan dilengkapi dengan dua hotel tematik yakni Paramount Grand Resort dan juga Nickelodeon Resort yang akan menampilkan tema-tema dan karakter dari Nickelodeon Universe.

Kedua hotel itu akan terhubung langsung dengan wahana wisata dengan menggunakan tiket digital. Sebuah kawasan di dalam taman wisata yang akan diberi nama "Land of Legends" (Para Legenda)" akan berfungsi sebagai sarana penghormatan bagi kebudayaan, mitos, dan para legenda Indonesia yang luar biasa.
Itu merupakan penampilan wahana kebudayaan Indonesia yang pertama di dalam sebuah taman wisata internasional.

Vice President of Themed Entertainment and Experiences Paramount Global, Ty Granaroli, dengan sangat antusias menyambut kolaborasi antara team kreatif yang dipimpinnya dengan KIOS, untuk bekerjasama membangun sebuah wahana unik yang menggabungkan taman wisata dengan resort.

"Kami percaya bahwa keindahan Bali, dikombinasikan dengan integrasi hotel resort dan sebuah wahana wisata Paramount, akan membuat sebuah proyek hiburan yang luar biasa yang akan membuat Indonesia bangga. Sebuah taman seperti ini dapat secara signifikan, dalam waktu lama akan menarik wisatawan, baik domestik maupun wisatawan internasional," tutur dia.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT