ADVERTISEMENT

Lahan Kosong Makin Sempit, Wagub DKI: Hunian Harus Vertikal, Tidak Ada Pilihan

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 08 Sep 2022 14:04 WIB
Sejumlah tower apartemen di kawasan Jakarta Barat tampak berdiri tegak, Jakarta, Jumat (3/9/2021). Tarif apartemen sewa sepanjang kuartal II tahun ini relatif stabil di tengah tekanan pasar akibat banyaknya ekspatriat yang pulang ke negaranya lantaran kondisi bisnis secara umum tertekan pembatasan yang diberlakukan untuk mengatasi pandemi Covid-19.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kota Jakarta menjadi salah satu kota paling sesak di Indonesia. Selain menjadi pusat pemerintahan, Jakarta adalah pusat bisnis Indonesia yang menarik para pencari kerja datang ke kota ini.

Kondisi ini membuat ketersediaan lahan kosong di Jakarta semakin terbatas. Terkait hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mendorong pembangunan hunian vertikal.

"5 tahun ini kami terus membangun hunian yang layak yang diperlukan masyarakat. Dengan keterbatasan lahan, jadi harus bangun hunian vertikal, tidak ada pilihan," ungkapnya dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) REI DKI Jakarta tahun 2022 di Hotel JS Luwansa Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/9/2022).

Riza menyatakan, pembangunan hunian tetap menjadi fokus Pemprov DKI di tengah keterbatasan lahan. Ia mendorong adanya perubahan dari sebelumnya jenis rumah tapak ke rumah vertikal.

Senada dengan Riza, Ketua REI DKI Jakarta Arvin Fibrianto Iskandar, mengatakan jika bangunan vertikal menjadi prioritas kedepannya. Bangunan vertikal yang dimaksud adalah apartemen untuk masyarakat kelas bawah, menengah hingga kelas atas.

"Kita akan tetap prioritaskan vertical building. Apartment baik kelas sederhana, menengah maupun kelas atas akan diprioritaskan di Jakarta," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Arvin menyebut Jakarta tetap menjadi pusat bisnis meski ibu kota pindah ke Kalimantan Timur. Hal ini disebabkan karena Jakarta sudah terbentuk sebagai kota metropolitan.

"Potensi di Jakarta sih kita yakin optimis tetap jadi pusat bisnis, investasi, tetap di Jakarta. Pusat pemerintahan boleh dipindahkan ke kaltim, tapi untuk menjadi bisnis itu tetap di Jakarta. Karena memang Jakarta ini sudah terbentuk metropolitan," tambahnya.

Simak Video: Milenial Harus Segera Membeli Rumah. Kenapa?

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT