ADVERTISEMENT

Banyak Apartemen 'Hantu' di Jakarta, Ini Pemicunya?

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 08 Sep 2022 17:05 WIB
Obral Rumah, Apartemen hingga Ruko Murah
Foto: (Denny Pratama/detikcom)
Jakarta -

Ketua Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta Arvin Fibrianto Iskandar mengatakan, penjualan bangunan vertikal belum sesuai ekspektasi. Akibatnya, banyak hunian vertikal alias apartemen yang masih kosong dan jadi apartemen 'hantu'.

Hal ini disampaikannya di sela-sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) REI DKI Jakarta tahun 2022.

"Untuk bangunan vertikal, itu penjualan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, dalam arti ekspetasi penjualan tidak sebagus yang kita harapkan," katanya di Hotel JS Luwansa Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/9/2022).

Arvin mengatakan, kebijakan PPKM yang sempat diberlakukan cukup berpengaruh terhadap sisi penjualan properti. Hal ini terjadi dalam dua tahun ke belakang.

Alasan lainnya adalah terjadi kelebihan suplai bangunan yang tidak diimbangi dengan sisi demand. Menurutnya tren masyarakat selama pandemi cenderung memilih hunian tapak dibanding vertikal.

"Satu banyak stok yang udah jadi, terjadi sedikit over suplai. Sedangkan demand pada periode COVID-19 lebih memilih rumah tapak," sambungnya.

Menurutnya kondisi ini banyak ditemukan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. "Di SCBD di sekitar Sudirman dan sekitarnya, itu apartmen high risk," sambungnya.

Menyikapi hal ini, Arvin mengatakan siap memberi harga murah kepada konsumen. Skemanya bisa lewat subsidi meskipun memangkas nilai keuntungan pengembang.

Selain itu, Arvin menyebut akan membuat program yang lebih menarik bekerja sama dengan perbankan. Nantinya pembelian hunian vertikal beroptensi dilakukan denhan sistem KPR.

Simak juga Video: Sultan! Raffi Ahmad dan Nagita Bakal Bangun Apartemen di Andara

[Gambas:Video 20detik]




(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT