ADVERTISEMENT

Bunga KPR AS Naik Terus, Lebih Parah dari 2008

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 12 Sep 2022 09:33 WIB
Insert fokus: Kapan Bunga KPR Turun?
Ilustrasi Melambungnya Bunga KPR (Foto: Tim Infografis: Mindra Purnomo)
Jakarta -

Hipotek yang dikenal di Indonesia sebagai Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Amerika Serikat (AS) mendekati 6% pada minggu ini. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2008. Hal ini memperjelas dugaan investor bahwa kenaikan suku bunga agresif oleh Federal Reserve akan terus berlanjut.

Menurut Freddie Mac, minggu ini tingkat hipotek suku bunga tetap 30 tahun rata-rata adalah 5,55%. Angka itu naik dari 5,13% dibanding minggu sebelumnya.

Secara signifikan hal ini lebih tinggi dibanding periode yang sama dibanding tahun lalu yang sebesar 2,88%. Melansir CNN, Senin (12/9/2022), suku bunga hipotek di awal tahun adalah sebesar 3,22%.

Levelnya naik tajam selama paruh pertama tahun ini, mencapai 5,88% pada pertengahan Juni. Sejak itu, kekhawatiran tentang ekonomi dan misi Federal Reserve untuk memerangi inflasi justru membuat mereka lebih tidak stabil.

"Suku bunga hipotek naik lagi karena pasar terus mengelola prospek kebijakan moneter yang lebih agresif untuk memerangi inflasi yang meningkat," kata Sam Khater, kepala ekonom Freddie Mac.

Di bulan Juli dan awal Agustus kekhawatiran resesi masih terus berlanjut. Sementara Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada pertemuan tahunan bank sentral di Jackson Hole pada Agustus memfokuskan kembali perhatian investor pada perjuangan Fed melawan inflasi dan mendorong suku bunga lebih tinggi.

Di sisi lain, analis data ekonomi dari Realtor.com, Hannah Jones memprediksi akan terjadi penurunan inflasi di AS. "Ini bisa menjadi tanda awal penurunan inflasi, yang akan mendahului kenaikan suku bunga yang melambat," katanya.

Federal Reserve tidak menetapkan suku bunga yang dibayarkan peminjam pada hipotek secara langsung, tetapi tindakannya mempengaruhi mereka. Suku bunga hipotek cenderung mengikuti obligasi Treasury AS 10-tahun.

Ketika investor melihat atau mengantisipasi kenaikan suku bunga, mereka sering menjual obligasi pemerintah sehingga menghasilkan suku bunga hipotek yang lebih tinggi.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT