ADVERTISEMENT

Resmikan Taman Literasi Blok M, Anies Cerita Masa Emas BUMN Balai Pustaka

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 18 Sep 2022 21:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan sambutannya saat peresmian Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (18/9/2022). Taman yang dibangun oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tersebut dibangun untuk menjadi ruang baca sekaligus ruang berkreativitas dan bertukar ide bagi seluruh lapisan masyarakat. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz.
Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan wajah baru Taman Martha Tiahahu yang terletak di kawasan Blok M Jakarta Selatan. Taman ini masuk dalam pengembangan kawasan transit terintegrasi Blok M-Asean, kawasan itu dilalui langsung dengan MRT Jakarta Lebak Bulus-Bundaran HI.

Taman Martha Tiahahu sangat spesial menurut Anies, pasalnya taman yang satu ini sangat tematik. Taman tersebut diusung menjadi taman literasi.

Anies bilang Jakarta sendiri merupakan 'rumahnya' literatur. Hal ini terbukti dengan banyaknya penerbit yang ada di Jakarta.

"Kita tak sadar Jakarta adalah rumah dari begitu banyak penerbit. Lebih dari 30% toko buku moderen pun berada di kota ini, di Jakarta ini lebih dari 5.248 penerbit ada di kota ini," ungkap Anies saat memberikan sambutan dalam pembukaan Taman Literasi Martha Tiahahu, Minggu (18/9/2022).

Menurutnya kejayaan dan kekayaan literatur dan sastra telah memupuk di Jakarta sejak dulu. Namun sering dilupakan, taman ini diharapkan bisa membangkitkan Jakarta menjadi kota literatur dunia.

"Kekayaan ini sering terlewat ketika kita bicara Jakarta. Padahal di kota ini lah kekayaan sastra dan literatur Indonesia itu bermunculan," papar Anies.

Kejayaan BUMN Balai Pustaka
Bicara soal kejayaan literatur Jakarta, Anies pun berkisah soal masa keemasan PT Balai Pustaka. Menurutnya, perusahaan yang kini menjadi pelat merah itu sangat bersejarah.

Pasalnya, Balai Pustaka didirikan di Jakarta sejak zaman Belanda. Kemunculannya menandai masa keemasan literatur dan sastra di Indonesia.

"Mulai dari Balai Pustaka misalnya yang waktu itu didirikan Belanda. Dari Balai Pustaka itu muncul karya dan literatur luar biasa, bahkan ini kita ingat sampai sekarang sebagai generasi Balai Pustaka," kisah Anies.

Kini perusahaan penerbit itu sudah menjadi perusahaan BUMN yang dimiliki langsung oleh negara. Balai Pustaka menurut Anies bisa memicu banyaknya penerbit komersial swasta bermunculan di Jakarta pada masa lalu.

"Kemudian diambil alih pemerintahan baru muncul perusahaan penerbit-penerbit swasta begitu banyak," cerita Anies.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT