Sejarah Central Park, Mal Kaum Borju yang Akhirnya Dijual ke Jepang

ADVERTISEMENT

Sejarah Central Park, Mal Kaum Borju yang Akhirnya Dijual ke Jepang

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 18 Okt 2022 16:30 WIB
Sejumlah pengunjung beraktivitas di Central Park, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Menjelang hari raya Imlek ornamen bernuansa merah mulai menghiasi di kawasan ini.
Central Park/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) baru saja menjual 85% kepemilikan saham Mal Central Park (CP Mall) kepada perusahaan asal Jepang, Hankyu Hanshin Properties Corp. Transaksi dilakukan melalui anak usahanya PT CPM Assets Indonesia.

Perseroan menjual sertifikat hak milik atas satuan rumah susun (SHMRS) milik perseroan atas pusat perbelanjaan Mal Central Park pada 22 September 2022. Penjualan itu termasuk 149 SHMRS atas unit-unit satuan rumah susun milik perseroan dalam Central Park kepada CPM Indonesia.

Berdasarkan keterbukaan informasi, APLN meraup Rp 4,53 triliun dari transaksi ini. Hasil transaksi ini dipercaya bisa memberikan dampak positif atas kondisi finansial perusahaan.

Dalam pernyataan tertulisnya, disebutkan dana hasil divestasi CP Mall akan digunakan untuk melunasi pinjaman. Dana tersebut juga dipakai untuk investasi kembali di PT CPM Assets Indonesia sehingga memiliki 28,58 persen saham di PT CPM Assets Indonesia

"Sebagai perusahaan properti, kami berusaha untuk selalu mengoptimalkan setiap peluang bisnis, termasuk dalam divestasi CP Mall ini. Kami optimistis berbagai langkah strategis yang dilakukan perusahaan akan semakin memperkuat kinerja dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang," jelas Direktur Utama APLN Bacelius Ruru, dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (18/10/2022).

Melansir dari situs resmi perusahaan, Central Park merupakan bagian dari Mega Proyek Terpadu Podomoro City dengan total luas lahan 22 hektar. Adapun Central Park Mall diresmikan pada 09 September 2009 dengan luas lantai kurang lebih 188.077 m2 (tidak termasuk area parkir) dengan luas sewa 125.626 m2.

Beberapa konsultan kelas dunia juga turut serta termasuk selama proses pembangunan Central Park Mall ini, antara lain DP Architect Singapore sebagai Prinsipal dan Konsultan Arsitektur, DYXY (USA) sebagai Desain Interior, Bennit Design Group (USA) sebagai Konsultan Lansekap dan PT. Total Bangun Persada Indonesia sebagai Kontraktor Utama.

Menyasar konsumen menengah ke atas alias kaum borjuis, Central Park Mall menghadirkan Anchor Tenant Luar Biasa di Indonesia seperti SOGO terbesar di Indonesia dengan luas 22.000 m2 dan tinggi 4 lantai, Transmart dengan luas 10.000 m2, Bioskop CGV Cinemas terbesar kedua di Indonesia yang memiliki 10 auditorium dengan kapasitas total 1.905 kursi.

Belum lagi Central Park memiliki anchor tenant lainnya seperti Celebrity Fitness, Fun World, dan ratusan merek Extraordinary Fashion yang akan memenuhi segala macam kebutuhan pelanggan. Central Park juga menghadirkan tenant-tenant ternama yang menyenangkan seperti Union, Starbucks, Dragon Hotpot, Burger King, Sushi Tei, Kintan Buffet, Georgia dan masih banyak lagi.

Sejak awal didirikan hingga saat ini, Central Park sendiri pernah dianugerahi oleh Asia Pacific Property Awards 2011 yang saat itu bekerja sama dengan Bloomberg Television sebagai Highly Commended Retail Development in Asia Pacific dan Best Retail Development in Indonesia.

Tidak berhenti di sana, Central Park juga berhasil menjadi finalis 'The Best Innovative Design & Development of a New Retail Project' pada ICSC - Asia Pacific Shopping Center Awards 2011 dan telah terpilih untuk Penghargaan Festival Arsitektur Dunia dalam Belanja (termasuk penggunaan campuran) dan Kategori pusat perbelanjaan (besar).

Prestasi bergengsi tersebut telah menandai posisi Central Park Mall sebagai ICON BELANJA LUAR BIASA di Asia.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT