Jurus Pengembang Puluhan Tahun Geber Properti Selamat dari Pandemi

ADVERTISEMENT

Jurus Pengembang Puluhan Tahun Geber Properti Selamat dari Pandemi

tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 29 Okt 2022 06:58 WIB
Antasari Place
Foto: Antasari Place (Istimewa)
Jakarta -

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) merupakan perusahaan properti yang listed di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan saat ini merupakan perusahaan dengan kapitalisasi keenam terbesar untuk perusahaan properti tanah air. Kiprah bisnis properti INPP dimulai tahun 2002 lalu dan saat ini telah memiliki 24 lini bisnis properti yang mencakup hotel, lifestyle center, dan residensial.

Menurut Co-Founder & Commissioner INPP Agoes Soelistyo, perjalanan 20 tahun INPP di bisnis properti juga telah menorehkan banyak hal khususnya terkait pengembangan dan mengoperasikan iconic lifestyle properties di kota-kota besar Indonesia. INPP sebagai holding juga terus menjalankan kiprahnya untuk ikut membangun negeri.

"Proyek pertama INPP adalah membangun hotel untuk kalangan anak muda yang pada waktu itu belum ada pasarnya. Peluang itu kami wujudkan dengan membangun Harris Hotel pertama di dunia yaitu Harris Hotel Tuban-Bali dengan mengusung konsep mixed-use development untuk pembangunan hotel & ritel yang terintegrasi di satu kawasan dan saat ini telah menjadi pionir untuk pengembangan hotel lainnya," ujarnya.

Berbagai milestone penting terus berjalan dari mengembangkan bisnis hospitality yang membuat pendapatan perusahaan 100 persen dari recurring income, INPP bergerak ke pengembangan lifestyle center pada tahun 2017 dan juga residensial. Saat ini INPP telah menghadirkan 13 hotel, enam pusat komersial, dan empat residensial.

President Director & CEO INPP Anthony Prabowo Susilo menambahkan, saat ini INPP merupakan perusahaan property listed dengan porsi recurring income terbesar di Indonesia dengan nilai hutang terhadap modal maupun lini penjualan (development income) juga rendah.

"Bukan bermaksud berbesar hati, tapi kiprah kami telah membuat banyak properti ikonik seperti Plaza Indonesia, Keraton, fX Mall, dan sebagainya. Kami juga banyak mengerjakan proyek akuisisi yang sebelumnya terkendala hingga mengerjakan proyek di situasi krisis seperti pandemi dan semuanya 100 persen ter-deliver," katanya.

Sementara itu Wakil Presiden Komisaris & Komisaris Independen INPP Hadi Cahyadi mengatakan, situasi bisnis yang berubah dioptimalkan oleh INPP dengan melihat secara jeli kebutuhan pasar melalui penerapan strategi dan kebijakan untuk membawa perubahan secara bertahap.

"Di tengah situasi ekonomi lokal dan global yang lesu kami telah membuktikan tetap bisa menghadirkan produk yang diterima oleh pasar. Kami masuk ke pasar saat ekonomi global juga lesu akhir tahun 1990-an kemudian kita dihadapkan lagi pada krisis pandemi. Ada banyak proyek kami yang dilakukan saat pandemi dan semuanya bisa berjalan tanpa ada penundaan," tandasnya.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT