Rumah Rusak Berat, Korban Gempa Cianjur Dapat Bantuan Rp 50 Juta

ADVERTISEMENT

Rumah Rusak Berat, Korban Gempa Cianjur Dapat Bantuan Rp 50 Juta

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 05 Des 2022 12:34 WIB
Presiden Jokowi kunjungi lokasi gempa Cianjur, Kamis (24/11/2022).
Presiden Jokowi kunjungi lokasi gempa Cianjur, Kamis (24/11/2022)/Foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali ke Cianjur, Jawa Barat, hari ini. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu ingin memastikan pembangunan rumah bagi warga terdampak gempa Cianjur yang direlokasi dapat dimulai pada hari ini.

"Saya ke sini untuk memastikan bahwa pertama, yang relokasi hari ini dimulai pembangunannya," ujar Jokowi di Posko Bantuan Paspampres Peduli Cianjur, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur dikutip dari laman Setkab, Senin (05/12/2022).

"Ya pengungsi tadi semuanya kita lihat sehat, tetapi yang paling banyak memang ingin agar segera pembangunan rumahnya dimulai," ujar Presiden dalam keterangan persnya.

Jokowi juga memastikan pemilihan kawasan relokasi bagi warga tersebut sudah melalui kajian dari instansi yang berwenang di bidangnya sehingga dipastikan lebih aman bagi warga.

"Itu sudah lewat kajian dari BMKG dan dari instansi yang terkait, Badan Geologi sudah semuanya," ujarnya.

Sementara itu, untuk bantuan bagi rumah warga terdampak yang bukan relokasi akan diberikan mulai Kamis (08/12/2022) mendatang setelah selesai proses verifikasi. Bantuan yang diberikan adalah Rp 50 juta untuk rumah yang rusak berat, Rp 25 juta untuk rusak sedang, dan Rp 10 juta untuk rusak ringan.

"Nanti hari Kamis, ini baru persiapan termasuk verifikasi semuanya selesai, nanti hari Kamis untuk bantuan yang bukan relokasi, yang bantuan Rp 50 juta, Rp 25 juta, dan Rp 10 juta juga akan diberikan hari Kamis," ujarnya.

Dengan diberikannya bantuan bagi rumah yang rusak tersebut, Jokowi berharap masyarakat bisa mulai beraktivitas membangun rumahnya.

"Kita harapkan juga ada kegiatan masyarakat, ada kegiatan ekonomi, ada pergerakan ekonomi. Itu yang kita harapkan," ujarnya.

Lanjut ke halaman berikutnya

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT