Harga Bahan Bangunan Masih Tinggi, Jangan Heran Rumah Makin Mahal

ADVERTISEMENT

Harga Bahan Bangunan Masih Tinggi, Jangan Heran Rumah Makin Mahal

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 02 Jan 2023 14:12 WIB
Pekerja melakukan proses pembangunan di kawasan rumah pasar gembrong yang terbakar, Jakarta, Sabtu (30/7/2022). Proyek revitalisasi kawasan Pasar Gembrong, Jakarta Timur, direncanakan akan selesai pada September 2022.
Ilustrasi Pembangunan Rumah/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Harga bahan bangunan masih terus naik. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) kelompok bangunan/konstruksi pada Desember 2022 naik 0,37% dibanding bulan sebelumnya (month to month/mtm).

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan tingkat inflasi harga bahan bangunan secara tahun kalender naik menjadi 6,87% (year on year/yoy).

"Pada Desember 2022 semua kelompok jenis bangunan mengalami kenaikan indeks dibandingkan dengan Desember 2021," kata Margo dalam konferensi pers, Senin (2/1/2023).

Komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi adalah solar 37,80% dan memberikan andil terhadap inflasi 1,83%, semen naik 8,52% dan memberikan andil 1,16%, serta aspal naik 15,37% dan memberikan andil 1,03%. Di sisi lain, harga besi beton turun 3,85% dan memberikan andil 0,48%, lalu rangka atap baja turun 6,30% dan andilnya 0,15%.

Secara tahunan, kenaikan tertinggi terjadi pada jenis bangunan pekerjaan umum untuk jalan, jembatan dan pelabuhan yaitu naik 9,69%. Disusul dengan bangunan pekerjaan umum untuk pertanian naik 6,92%.

Lalu bangunan dan instalasi listrik, gas, air minum, dan komunikasi naik 5,62%, kelompok bangunan lainnya naik 5,44%, serta bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal naik 4,28%.

"Bangunan pekerjaan umum untuk jalan, jembatan dan pelabuhan memberikan andil 3,57%, bangunan pekerjaan umum untuk pertanian memberikan andil 0,88%, bangunan dan instalasi listrik, gas, air minum, dan komunikasi memberikan andil 0,44%, bangunan lainnya memberikan andil 0,72%, serta bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal memberikan andil 1,26% (secara yoy)," bebernya.

(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT