Bicara Kriteria Kota Idaman, Menteri PUPR Sindir Daerah yang Penuh Ruko

ADVERTISEMENT

Bicara Kriteria Kota Idaman, Menteri PUPR Sindir Daerah yang Penuh Ruko

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 17 Jan 2023 17:14 WIB
Basuki Hadi Muljono di Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan
Foto: Basuki Hadi Muljono di Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan (Istimewa/twitter @KemenPU)
Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa pemerintah pusat akan ikut membantu pemerintah daerah untuk membangun kota-kota tematik.

Dia menyebutkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Bupati sampai Walikota untuk merancang kota masa depan. Namun dia menyindir bahwa masih ada pengembangan kota yang rata-rata dipenuhi ruko.

"Kami bekerja sama untuk merancang kota yang diidam-idamkan kita semua. Sehingga tidak semua kota itu (penuh) ruko, di kota membangun ruko," kata dia dalam acara Forkopimda, Selasa (17/1/2023).

Basuki mengungkapkan, dia ingin kota-kota di Indonesia bisa memiliki ciri khas masing-masing. Seperti Jogja dengan joglonya.

"Jadi semua ada identitasnya. Lampung dengan pisang, manggis atau durian. Saya kira kalau ada kota durian pasti akan dikunjungi bapak Presiden," jelas dia.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyampaikan jika saat ini Indonesia membutuhkan tata kota yang baik. Kini ada 514 Kabupaten/Kota dan 38 Provinsi. Dia meminta agar Kabupaten dan Kota untuk mendesain kota yang baik dan apik.

Hal ini agar setiap kota dan kabupaten memiliki perbedaan dan bisa memaksimalkan potensi daerah yang ada. Kemudian master plan dibuat dengan visi ke masa depan.

"Jangan semua kota atau kabupaten ini sama semuanya. Namanya memiliki brand yang hampir mirip ada Beriman, Berhiber ada ber, berseri, ber, ber, ber semuanya. Buatlah brand kota sesuai potensi keunggulan masing-masing. Misal kota pisang, kota ikan, kota musik, kota mebel. Tapi konsisten, kalau sudah kota pisang, berarti tanam pisang harus lebih banyak di kota itu," jelasnya.

(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT