Apa Kabar Rencana Pemerintah Naikkan Harga Rumah Subsidi?

ADVERTISEMENT

Apa Kabar Rencana Pemerintah Naikkan Harga Rumah Subsidi?

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 19 Jan 2023 15:08 WIB
Capaian penyaluran FLPP rumah subsidi 2021
Ilustrasi rumah subsidi/Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Pemerintah berencana menaikkan harga rumah subsidi di awal tahun 2023 ini. Hal ini telah diusulkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada akhir tahun lalu.

Direktur Rumah Umum dan Komersial Kementerian PUPR, Fitrah Nur mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu Kementerian Keuangan menerbitkan aturan baru. Sebelumnya perihal ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 81/PMK.010/2019.

"Sekarang kita tinggal tunggu PMK, harapan kami usulan kita ke Kemenkeu sudah masuk tinggal tunggu PMK. Harapannya kemarin prediksi kita awal tahun 2023 harga baru sudah ada," katanya kepada wartawan, di Pullman Hotel Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (19/01/2023).

Di sisi lain, Fitrah mengatakan, pihaknya tidak dapat menetapkan batasan waktu kapan kebijakan tersebut akan rampung. Pasalnya, penerbitan aturan ini sudah masuk ke ranah kerja kementerian dan lembaga lain.

"Nggak bisa Kementerian PUPR batasi kewenangan KL lain (dorong batas waktu)," kata Fitrah.

"Mulainya sudah bukan di PUPR. Mulainya di Kemenkeu karena kenaikan harga itu adanya di PMK," sambungnya.

Fitrah juga menekankan, pihaknya hingga kini masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan. Prosesnya kini tinggal menunggu PMK tersebut diputuskan.

Sebagai tambahan informasi, Kementerian PUPR telah sudah melakukan sosialisasi terkait kenaikan harga rumah bersubsidi sebesar 7% sejak 2022 kemarin.

Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) sebelumnya sempat mengungkapkan, awal tahun 2023 harga baru rumah subsidi akan segera berlaku. Namun hingga kini belum ada kabar kapan tepatnya kebijakan tersebut akan diterapkan.

Sementara itu, pada September 2022 lalu, Ketua Umum DPP REI, Paulus Totok Lusida menyampaikan, pihaknya mengajukan peningkatan harga agar pasokan rumah khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak mengalami stagnasi. Pasalnya, dalam tiga tahun terakhir harga baru rumah subsidi tidak mengalami kenaikan.

Tidak hanya itu, harga bahan material sudah naik berulang kali. Sebelum kenaikan bahan bakar minyak (BBM), harga material bangunan rata-rata sudah naik sekitar 20%-30% bahkan besi sudah naik lebih dari 100%.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan adanya pengumuman kenaikan BBM pada 3 September lalu yang membuat bahan bangunan kembali tergerek rata-rata hingga 15%.

"Pasca kenaikan BBM kemarin bahan material sudah naik lagi sekitar 15%. Kalau secara harga rumah, kenaikan produksi bisa sekitar 8-10%. Ini tentu sangat memberatkan bagi pengembang untuk terus melanjutkan pembangunan rumah sederhana," kata dia, September lalu.

Lihat juga video 'Berapa Harga Baru Rumah Bersubsidi Bebas PPN?':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT