Ternyata Ini Alasan Akses ke Gang Besan Ditembok Beton 2 Meter

ADVERTISEMENT

Ternyata Ini Alasan Akses ke Gang Besan Ditembok Beton 2 Meter

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 03 Mar 2023 14:45 WIB
Gang Besan di Rawa Buntu
Foto: Ignacio Geordy Oswaldo
Jakarta -

Belakangan ini penutupan akses jalan Gang Besan di Kampung Cicentang, Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) tengah menjadi sorotan publik.

Pengusaha pemilik lahan dikabarkan tak mau sedikit pun mengalah memberikan akses jalan kepada warga. Adapun Gang Besan ini ditutup tak lepas dari adanya proyek komersil yang kini tengah berjalan.

Diketahui bahwa pemilik proyek merupakan pengusaha bernama David Puteranegoro. "Ini yang punya namanya David ya. David Puteranegoro," jelas warga sekitar, Hendra (47).

Berdasarkan keterangan Hendra, pihak pemilik lahan mulai menutup akses jalan Gang Besan usai dilaporkan pihak kepolisian. Mereka dilaporkan atas perusakan akses jalan.

"Mereka kenapa menutup total karena marah telah dilaporkan sama pihak kita yang dilaporkan ke pihak kepolisian atas perusakan jalan," kata Hendra.

"Baru dilakukan (pelaporan) antara Desember. Untuk pastinya saya agak lupa. Itu dilaporkan ke Polres," jelasnya lagi.

Padahal sebelum penutupan akses jalan tersebut di lakukan, Hendra menjelaskan bahwa pihak warga sempat melakukan mediasi dengan pihak pemilik lahan.

"Pastinya saya kurang tau. Masih di tahun 2022, kira-kira di bulan Juli katanya sudah ada mediasi itu. Total ada 3 kali pertemuan," jelas Hendra.

"Tapi itu sifatnya masih pertemuan di salah satu rumah warga juga di sini," tambahnya lagi.

Lebih lanjut, Hendra juga menjelaskan bahwa sebenarnya pihak pemilik proyek sempat menawarkan akses jalan selebar 1,2 meter yang nantinya akan diatur oleh pemilik.

"Katanya mau ngasih 1 meter 20 (1,2 meter) buat lalu lintas, apakah bisa motor atau tidak saya kurang jelas ya. Tapi itu sifatnya ada buka tutup, mereka yang mengatur jam-nya," ucapnya lagi.

Namun saat itu pihak Hendra beserta warga yang lain sempat menolak dan meminta akses jalan tetap dibiarkan seperti sebelumnya.

"Nah kita keberatan, karena saya dan beberapa teman saya itu, permintaan kita adalah bukan cuma 1 meter 20 cuma bisa orang lewat atau motor doang. Tapi kita pengen seperti sebelumnya gitu," tambahnya.

Namun akhirnya negosiasi antara warga dengan pihak pemilik proyek tidak menemukan titik tengah hingga saat ini.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT