88 Pasar Tumpah Masih Jadi Alasan Hambatan Mudik

88 Pasar Tumpah Masih Jadi Alasan Hambatan Mudik

- detikFinance
Kamis, 18 Agu 2011 10:43 WIB
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan beberapa permasalahan yang masih akan dijumpai para pemudik pada lebaran 2011. Permasalahan utama adalah masih banyaknya pasar tumpah di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah sebanyak 88 pasar tumpah.

Demikian dikutip detikFinance dari Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2011 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub, Kamis (18/8/2011).

"Terdapat beberapa kondisi dan permasalahan dalam arus mudik. Antara lain, adanya 88 pasar tumpah di ruas jalan utama pada Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah," jelas laporan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun dari 88 pasar tumpah tersebut yang berpotensi menimbulkan kemacetan yakni di jalur utama Pantura. Terdapat beberapa pasar di Pantura antara lain Pasar Ciasem (Kabupaten Subang), Pasar Jatibarang (Kabupaten Indramayu), Pasar Gebang (Kabupaten Cirebon) dan Pasar Losari (Perbatasan Jabar/Jateng).

Selain pasar tumpah, Kemenhub mengungkapkan beberapa permasalahan lain yakni penggunaan sepeda motor yang diperkirakan mengalami peningkatan 7,42% dibandingkan tahun 2010. Kemudian masih ada beberapa pembangunan proyek jembatan yang masih dalam tahapan penyelesaian.

"Diantaranya penyelesaian pembangunan jembatan di Dryport Kawasan Industri Cikarang, Subang (Patok Beusi), Brebes, Pait (Pekalongan) dan Kendal," terang Kemenhub.

Kemenhub juga menegaskan ada beberapa titik lokasi sumbangan pembangunan tempat ibadah yang menggunakan badan jalan sehingga dapat menghambat laju kendaraan.

Kemenhub dalam Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2011 terkait kondisi dan permasalahan menggarisbawahi beberapa titik rawan kemacetan di daerah Pantura dan Jalur selatan. Antara lain, Kemenhub mengungkapkan jalan lingkar Nagreg sedang dilakukan perbaikan pemangkasan tanah sehingga bisa menyebabkan kemacetan.

Selain itu terdapat beberapa lokasi perbaikan jalan ruas jalan Pantura dan Jalur selatan yang mengakibatkan kemacetan karena menggunakan lajur yang berlawanan dengan sistem buka tutup. Namun, ruas jalan Bumiayu-Prupuk yang ditutup karena longsor sudah dapat digunakan.


(dru/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads