Demikian dikatakan oleh Duta Besar Irak Ismieal S. Muhsin saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (29/11/2011).
"Kita ingin Pertamina bergabung lagi dengan Irak di blok migas. Kita ingin Pertamina yang memenangkan," jelas Ismieal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena memang Pertamina sendiri menginginkan beberapa proyek di Irak. Nanti dibicarakan lagi. Karena banyak keuntungan ada juga setiap tahun bidding lagi untuk Pertamina," kata Ismaieal.
Di 2010, Irak mengumumkan angka cadangan minyak terbukti sebesar 143,1 miliar barel, atau berarti yang terbesar ketiga di dunia mengalahkan Iran. Angka ini meningkat tajam dari pengumuman sebelumnya yang hanya 115 miliar barel.
(dnl/ang)











































