Hal ini diutarakan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (3/2/2012).
"Ya kita sudah bertekad untuk mengurangi biaya tinggi. Termasuk kemarin saya sudah ngomong di rakernya kementerian perindustrian bahwa yang pertama dalam beban biaya logistik yang begitu tinggi harus terbuka, termasuk di dalamnya transportasi yang sering ada pungutan-pungutan tidak resmi harus diperbaiki. Supaya tidak membebani industri kita," tutur Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso mengatakan, masih maraknya gratifikasi, suap dan korupsi di Indonesia mengakibatkan biaya ekonomi yang tinggi. Hal tersebut menjadi salah satu faktor pertumbuhan ekonomi RI tidak maksimal.
Dijelaskan Agus hal tersebut mengakibatkan pertumbuhan ekonomi nasional akan terkendala. Berdasarkan hasil analisis PPATK, Agus mengatakan korupsi masih akan menjadi wabah ke depan.
Selain soal korupsi dan pungutan liar, ekonomi biaya tinggi di Indonesia yang sering dikeluhkan pengusaha adalah soal minimnya sarana infrastruktur yang menyebabkan arus distribusi barang menjadi sulit dan mahal.
(dnl/hen)











































