"Dirut Merpati berniat mundur, karena merasa tidak dipercaya," kata Dahlan di gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Mundurnya Jhony terkait lambannya pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 561 miliar yang direncanakan akan dicairkan Oktober, namun ternyata baru terealisir Desember 2011. Padahal Merpati memerlukan dana itu untuk pengembangan dan pelaksanaan business plan, termasuk pelunasan utang yang semakin menumpuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Dahlan mencoba untuk menahan niatan Jhony untuk mundur dari Merpati. Niat Dahlan ini juga mendapat dukungan dari seluruh karyawan, yang kini sangat solid.
"Merpati kompaknya luar biasa. Kerja keras, sangat. Mereka usahakan banyak perbaikan. Kan kesalahan ini bukan dari mereka sekarang. Saya sangat terharu," paparnya.
"Lalu saya bilang (kepada Jhony), tidak boleh begitu. Pengusaha harus tahan, teguh. Pak Jhony merasa jadi orang yang bersalah, jadi harus mundur," tambah Dahlan.
Karyawan Merpati pun sepakat, seluruh pihak di Merpati akan bekerja keras asalkan Jhony tidak jadi mundur. Karyawan Merpati mau berjuang memperbaiki kinerja perseroan, tanpa atau dengan anggaran tambahan Rp 250 miliar yang diperlukan.
"Karyawan bilang jangan ganti dulu. Mereka sepakat, Merpati harus bangkit dengan atau tanpa dana tambahan," ucap Dahlan.
Dahlan pun sempat menimbang-nimbang pengganti Jhony yang layak. Namun hingga kini Dahlan belum menemukan orang yang tepat. "Karena mundur, maka diganti. Cari, tapi saya tidak sreg. Lagi pula tidak baik kalau perusahaan sering ganti pimpinan," imbuhnya.
(wep/hen)










































