Kikukawa dianggap memainkan perananan paling penting saat Olympus menyembunyikan kerugian US$ 1,7 miliar dari neraca perusahaan produsen kamera tersebut. Ia dianggap melanggar UU yang melarang pemalsuan laporan keuangan.
Kantor Jaksa Umum Distrik Tokyo juga mengumumkan penangkapan mantan Vice President Olympus, Hisashi Mori, mantan auditor Hideo Yamada dan mantan pejabat broker, Akio Nakagawa. TIga pejabat lain dari lembaga investasi juga ditangkap oleh Departemen Kepolitian Metropolitan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga membuat laporan palsu untuk keuangan tahun 2007, dengan melaporkan aset netto sebesar 367,876 miliar yen, menutupi nilai sesungguhnya yang hanya 254,246 miliar yen.
Jaksa akan terus melanjutkan penyelidikan dan menggeledah berbagai lokasi yang terkait kasus tersebut, termasuk rumah Kikukawa. Menurut stasiun TV Asahi, ketiga pejabat Olympus telah mengaku kepada jaksa tentang keterlibatannya dalam memalsukan laporan keuangan.
"Kami akan terus bekerjasama penuh dengan pejabat-pejabat terkait untuk fakta-fakta yang belum ter-cover," ujar juru bicara Olympus seperti dikutip dari AFP, Kamis (16/2/2012).
Olympus, produsen kamera asal Jepang sebelumnya mengaku telah menyembunyikan kerugian investasi di perusahaan sekuritas selama puluhan tahun atau sejak era 1980-an. Selama ini, Olympus menutupi kerugiannya dengan menyelewengkan dana akuisisi.
Pengumuman ini merupakan buntut dari tuntutan mantan CEO Olympus Michael Woodford yang dipecat pada 14 Oktober silam. Woodford meminta perusahaan yang berumur 92 tahun ini menjelaskan transaksi mencurigakan sebesar US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 11 triliun.
(qom/ang)










































