Berdasarkan data industri, sebanyak 1,4 juta berkurang, angka ini jauh lebih tinggi dari perkiraaan sebelumnya. Namun, perdana menteri Arab Saudi menyatakan siap untuk memenuhi permintaan para negara tujuan importir.
"Pernyataan Saudi soal minyak akan membentuk harga dalam jangka pendek dan sedikit bisa menenangkan pasar setelah sulitnya mendapatkan pasokan dari Iran," kata Ben Le Brun, analis pasar minyak dari OptionsXpress di Sydney, dikutip dari Reuters, Kamis (22/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minyak mentah AS juga naik 58 sen ke level US$ 106,65. Sebelumnya minyak jenis ini sudah turun 2% sejak hari Selasa lalu.
Suplai minyak AS turun 1,4 juta barel sejak 16 Maret pekan lalu, berdasarkan data American Petroleum Institute. Angka ini meleset dari prediksi para analis yang justru memperkirakan akan adanya peningkatan 2,4 juta barel.
(ang/dnl)











































