Salah satu klub sepakbola ternama, Manchester United (MU), berencana melangsungkan penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) tahun ini. Apakah nasib sahamnya akan sama seperti Facebook?
Menurut Analis Ekuitas dari Saxo Bank Sverrir Sverrison, keduanya bisa jadi mirip, sama-sama perusahaan besar yang dikenal luas, tapi tidak punya alasan yang jelas untuk memberikan nilai tambah terhadap investor dalam jangka panjang.
"Model bisnis klub bola itu tidak selalu menggenjot laba, dan jika memang ada laba berlebih biasanya para fans meminta untuk beli pemain bintang baru," katanya dikutip dari Trading Floor, Kamis (5/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana yang digelontorkan oleh keluarga Glazer mencapai US$ 1,2 miliar atau setara Rp 11 triliun untuk klub bola tersebut, dengan US$ 790 juta restrukturisasi utang. Utang ini yang akhirnya menambah jumlah utang MU yang sebelumnya sudah ada.
"Sekarang ini pemilik klub berencana mencari uang hingga US$ 9 triliun untuk membayar utang-utangnya," katanya.
Salah satu caranya adalah menjual sebagian saham ke pasar modal lewat IPO. Klub 'setan merah' itu sudah menyerahkan dokumen terkait IPO kepada Securities and Exchange Commission.
MU tidak menyebut berapa jumlah dan harga saham yang akan dilepas ke bursa. Namun disebutkan, mereka berharap IPO itu bisa mengumpulkan maksimum US$ 100 juta (Rp 950 miliar).
"Saya ragu investor besar akan mengantri untuk saham klub sepakbola, meski sekaliber MU sekalipun. Soalnya model bisnis klub sepakbola itu tergantung hasil di lapangan," ujarnya.
Ia menambahkan, jika sedang memasuki musim pertandingan yang buruk, itu bisa sangat berpengaruh kepada kinerja keuangannya. Apalagi jika sampai tidak ikut di dalam hajatan penting, seperti liga Champions. (ang/dnl)











































