"Masih tinggi, sekarang sudah Rp 80.000/kg masih tetap dari dari awal puasa, kita tidak bisa berbuat apa-apa," ungkap seorang penjual daging Zein kepada detikFinance di Pasar Tradisional Pelita, Jakarta Utara, Selasa (24/07/12).
Zein menambahkan, harga daging cenderung terus naik menjelang hari raya lebaran nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Omzet penjualan kami menurun sampai dengan 35%, distribusi daging tidak ada masalah dan masih stabil yang dijual adalah jenis sapi lokal," paparnya.
Tidak ada perubahan dari harga daging ternyata masih dikeluhkan oleh masyarakat. Mereka beranggapan pemerintah tidak menjalani fungsinya untuk memberikan solusi terbaik.
"Banyak keluhan dari masyarakat terhadap kenaikan harga daging ini. Pemerintah sekarang tidak dapat memberikan solusi terhadap kenaikan harga daging, tolonglah harga daging diseimbangkan dengan keadaan ekonomi masyarakat sehingga harga daging dapat terjangkau oleh masyarakat," katanya
Penjual merasa merugi karena patokan penjualan dibatasi bahkan dikurangi. Mereka biasanya dapat mengambil keuntungan Rp 3.000/kg tetapi saat ini hanya mendapatkan untung sekitar Rp 1.000-Rp 2.000/kg.
(dnl/dnl)











































