Orang-orang kaya yang akan merasakan langsung dampaknya, menggertak kalau mereka akan meninggalkan Prancis. Tapi sepertinya para mereka tidak hanya sekedar omong saja untuk menakuti Hollande. Ancaman mereka bisa benar-benar terjadi.
The New York Times menjelaskan bagaimana pengacara pajak disibukkan dengan panggilan dari klien kaya untuk menanyakan apakah mereka harus meninggalkan Prancis, dan kalau iya, bagaimana caranya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, internet telah mengubah segalanya. Orang-orang kaya tidak lagi terikat dengan telepon berkabel dan mesin fax. Kabel fiber super cepat, video conference dan teknologi berbagi dokumen memungkinkan kita menjadi lebih mobile.
Kemungkinan besar, orang-orang kaya itu lebih mobile lagi. Dengan tambahan kemampuan bekerja dari mana saja, termasuk yacht dan pesawat terbang. Sebagian besar orang kaya memang bekerja di jalan, dengan beberapa rumah dan domisili. Ide tentang rumah sudah sangat berubah jauh.
Kedua, kompetisi global dari negara berkembang yang mencari pemodal makin sengit. 40 atau 50 tahun lalu, negara dengan tingkat pajak lebih rendah menawarkan kualitas hidup yang tidak memadai bagi kaum kaya. Negara berkembang dan maju yang mendukung efisiensi bisnis mereka, juga memasang tingkat pajak sama tingginya. Tidak ada tempat bagi orang kaya untuk kabur dan sembunyi.
Sekarang tidak lagi. Negara dengan tingkat pajak terendah di dunia seperti Singapura dan Dubai berlomba memangkas pajaknya demi menarik modal dari para orang kaya ini. Contoh paling anyar, co-founder Facebook Eduardo Saverin yang melepas kewarganegaraan AS-nya dan menetap di Singapura.
Procter & Gamble (P&G) mengumumkan rencananya memindahkan kantor pusat bisnis kecantikan dan perawatan bayi globalnya ke Singapura. Meski P&G menampik dugaan menghindari pajak sebagai salah satu pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan, fakta ini sangat menarik karena mereka tidak memilih Hong Kong yang jelas mematok tingkat pajak lebih tinggi.
Proposal Hollande tentu akan menguntungkan AS yang akan terlihat sebagai negeri surga pajak. Makelar AS pasti ngiler. Bahkan kaum progresif AS yang menyatakan rela membayar lebih tinggi demi pemerataan keadilan seperti aktor Will Smith, bergidik saat mendengar angka fantastis dari Hollande.
Bagaimana pun juga, jika keinginan Hollande terkabul maka seluruh dunia akan melihat sejarah eksodus baru dari Prancis. Tidak perlu menebak-nebak pakai teori atau sejarah apa pun. Orang kaya Prancis pasti memilih pergi dari negeri wine ini.
(ang/ang)










































