Hal tersebut diungkapkan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir saat ditemui di acara Diskusi Forum Wartawan Industri di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (14/12/2012).
"Ketahanan BBM kita cuma sampai 20 hari. Sebulan saja nggak nyampe. Itu semua uang Pertamina, mencapai Rp 26 triliun," ungkap Ali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korea dan Jepang itu 90 hari, sampai 3 bulan. Bisa mengcover kebutuhan nasional itu sampai 3 bulan," ungkapnya.
Dia mengatakan, Indonesia masih perlu banyak pembangunan kilang. Salah satu solusi untuk menjaga ketahanan dan cadangan BBM adalah menambah kilang di dalam negeri.
"Memang membangun kilang itu marjinnya kecil. Makanya perlu insentif," katanya.
Insentifnya adalah membuat regulasi untuk investor yang akan berbisnis BBM di Indonesia agar untuk membuat kilang BBM sendiri, dan insentif lain seperti pemberian tax holiday atau insentif pajak.
"Saudi aramco saja berikan insentif dalam bentuk discount crude. China bangun kilang di Saudi itu dapat discount crude," tutupnya.
(zlf/dnl)











































