Harga tersebut dinilainya sangat tinggi untuk moda transportasi masa depan di Jakarta.
"Saya juga baru tahu disampaikan Rp 38.000 jadi kalau Rp 38.000 terlalu tinggi," tutur Hatta di Acara Indonesia Infrastructure Summit 2013 di Hotel Four Seasons Jakarta, Selasa (18/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah sampaikan kita akan duduk sama-sama, tidak ada yang diselesaikan tanpa duduk sama-sama. MRT salah satu program prioritas menyelesaikan sistem transportasi Jakarta, harus kita dukung," tambahnya.
Termasuk soal tingginya harga tiket MRT yang senilai Rp 38.000. Ia berharap hal itu juga dibahas bersama untuk menemukan solusi. "Kita akan bicarakan itu," pungkasnya.
Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Jokowi mengatakan Pemprov DKI hanya mampu menanggung subsidi sekitar Rp 5.000 per tiket MRT. Bahkan, lanjutnya, logisnya besaran subsidi yang harus ditanggung sekitar 25 persen dari harga tiket.
"Subsidi logikanya kan 25 persen. Misalnya tiketnya Rp 10.000, subsidinya Rp 2.500. Nah itu logis. Maksimal Rp 5.000 lah. lah ini tiketnya Rp 10.000, subsidinya Rp 28.000, yang benar saja," ujar Jokowi di rumah dinasnya Jl. Taman Suropati no 7, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/12/2012).
Jokowi menekankan, harus berhati-hati dalam memutuskan proyek ini. Meskipun nanti waktunya akan mengalami sedikit keterlambatan. "Pokoknya, prinsipnya kehati-hatian saja," ucapnya.
Jokowi menuturkan seharusnya pembagian pengembalian pinjaman sebesar 70% oleh pemerintah pusat dan 30% oleh Pempov DKI. Oleh karenanya, besok akan ada pertemuan dengan beberapa kementerian untuk membahas keberlanjutan proyek ini di pimpin menko perekonomian Hatta Rajasa.
(hen/hen)










































