Pembangunan underpass Cibubur menggunakan teknik jacking system, yaitu memasukan box beton ke dalam lorong melintasi bawah tanah jalan tol Jagorawi. Teknik ini dianggap lebih murah dibandingkan membangun flyover atau jembatan layang.
"Sistem ini sederhana, tekniknya sederhana, jarang dilakukan Indonesia, yang sudah itu di Dukuh Atas itu pun masih semi jacking. Ini sebagai pelajaran juga buat kita, banyak mahasiswa teknik sipil ke lapangan, buat gambaran," kata Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional IV Kementerian PU Masrianto kepada detikFinance, Rabu (9/1/2013)
Masrianto mengatakan penggunaan teknik ini sempat berdampak pada efek gelombang di ruas jalan tol Jagorawi sekitar Cibubur. Efek gelombang pada jalan tol disebabkan karena box beton yang dimasukan ke lorong bawah tol, mengangkat lapisan jalan sehingga menimbulkan kemacetan di tol Cibubur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan teknik menggunakan jacking system menjadi khasanah baru dalam dunia konstruksi di Indonesia. Underpass Cibubur menjadi contoh pembangunan underpass yang memakai teknik ini.
"Jadi jalan yang naik permukaannya, konsekuensi dari sistem jacking, sebab kalau pakai flyover lebih mahal biayanya," katanya.
Seperti diketahui proyek pembangunan underpass Cibubur direncanakan dengan panjang 1.199 meter, yang terdiri dari 93 meter Box Underpass di bawah jalan Tol Jagorawi dan Jalan Akses Masuk dan Keluar sepanjang 1.106 meter.
Rencana pembangunan dilaksanakan tiga Tahap yang dimulai pada 2011 hingga 2013 dengan sumber dana APBN. Paket pekerjaan pada tahun ini sebagian besar untuk pembangunan Box Underpass dan sebagian jalan akses masuk dan akses keluar Underpass.
Pada Tahun Anggaran 2012 pekerjaan yang cukup penting dilaksanakan adalah membangun Box page 1/2 underpass dengan jacking system untuk 10 segmen. Pembangunan underpass Cibubur diharapkan di masa yang akan datang dapat mengurangi kemacetan di sekitar Cibubur terutama di Jalan Trans Yogi (Alternatif Cibubur).
"Penyelesaikan underpass Cibubur masih setahun lagi, akhir tahun 2013 lah selesai," katanya. (hen/dnl)











































