"Kalau meraka (BUMN) bukan untuk dipotong tapi untuk pembibitan. Jadi yang ini bukan untuk daging sapi," tutur Bachrul di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (27/2/2013).
Dengan alokasi jenis yang impor yang berbeda, maka sistem nantinya juga akan berbeda. Seperti diketahui, saat ini Kementerian Perdagangan sedang mengkaji pembagian kuota impor daging sapi (daging sapi beku dan sapi bakalan) kepada para importir dengan menggunakan sistem lelang berbasis IT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Bachrul menegaskan, nantinya alokasi khusus sapi bibit untuk BUMN akan diadakan. Tetapi yang melalui sistem lelang hanyalah pengadaan daging sapi beku dan sapi bakalan.
"Ada (alokasi untuk BUMN). Yang akan dilelang hanya daging segar dan bakalan pembibitan ya," tegasnya.
(/)










































