5 Fakta Menarik Soal Bisnis Ganja di AS

5 Fakta Menarik Soal Bisnis Ganja di AS

- detikFinance
Senin, 01 Jul 2013 14:07 WIB
5 Fakta Menarik Soal Bisnis Ganja di AS
Jakarta - Ada perubahan hukum dan kebijakan di Amerika Serikat (AS) soal produk ganja. Para pendukung legalisasi ganja mengedepankan tanaman rumput itu sebagai obat untuk berbagai penyakit.

Hal ini mengguncang dunia peredaran ganja yang sebelumnya dikuasai oleh para kartel narkoba. Namun, pemerintah AS belum mengambil tindakan tegas untuk memutuskan label ganja sebagai zat yang dikendalikan dan menghilangkan cap ilegalnya.

Seperti dikutip detikFinance dari CNN, Senin (1/7/2013), mari kita lihat lima fakta menarik soal bisnis ganja di AS:

1. Bukti Perubahan Sikap Amerika

Persepsi publik soal penggunaan ganja sudah banyak berubah sejak beberapa puluh tahun lalu. Mulai dari peringatan akan 'kegilaan yang berlebihan' sampai pemakaian ganja untuk keperluan medis.

Dua negara bagian, yaitu Colorado dan Washington sudah melegalkan ganja untuk kepentingan khusus. Sementara Illinois, Ohio menerapkan hukum ganja untuk keperluan medis.

Adrein Greiner dalam dokumenternya mencerminkan ganja sebagai pemborosan dan merugikan miliaran dollar. "Saya ingin menjelaskan bahwa saya tidak ingin mengagungkan perdagangan narkoba," tulis Grenier

Cheryl Shuman sebagai 'Martha Stewart of Marijuana' menilai berbeda. Menurutnya ganja dapat menjadi peluang ekonomi yang baik.

"Intinya adalah ganja akan beredar dalam waktu yang cukup lama. Seperti pasta gigi yang sudah keluar dari tabungnya," kata Shulman kepada CNN.

Tahun 2012, Kepala Kebijakan Pengawasan Obat Nasional, John Walters mengatakan kepada CNN bahwa ada dekreminalisasi akibat ganja. Artinya sangat merusak diri sendiri dan akan menimbulkan banyak kejahatan.

2. Biaya Pelarangan Sangat Tinggi

Diperkirakan US$ 7,6 miliar dihabiskan setiap tahun oleh pemerintah AS dalam penanganganan hukum dan penangkapan ganja di berbagai negara bagian, menurut kelompok advokasi NORML.

Padalah, Pemerintah AS sebenarnya dapat mengalokasikan anggaran tersebut ke sektor lain ketimbang harus mengurusi ganja. Memang pengenaan pajak bisa mengumpulkan ratusan juta dolar, tetapi tidak ada jaminan bahwa itu akan menjadi penghasilan berupa pemasukan bagi negara-negara bagian.

3. Ganja Banyak Manfaatnya?

Dinding larangan mulai menunjukan retak ketika ganja mulai diterima sebagai obat. Ganja dinilai bisa menjadi penenang sakit seperti AIDS dan kanker yang kronis.

Sifat penghilang rasa sakit yang dimiliki ganja juga dapat membantu pasien kanker dalam menjalani kemoterapi atau radiasi. Namun, tetap saja ilmu pengetahuan belum membuktikan ganja obat konsumsi yang aman.

University of California Center for Medicinal Cannabis Research menunjukan ganja dapat membantu pasien yang menderita neuropatik dengan menurunkan rasa sakit dan nyeri sebanyak 34-40% dibandingkan obat-obatan biasa yang hanya 17-20% saja.

The National Institute on Drug Abuse mencatat ganja dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung. Sehingga beresiko terjadinya serangan jantung dan stroke.

4. Akan Banyak Bermunculan Apotek Ganja

Spurlock mengatakan akan banyak apotek yang menyediakan ganj. Apotek itu Akan menjadi tempat yang lazim layaknya di Puskesmas atau apotik biasa lainnya.

Salah satu apotek ganja yang sudah ada punya ruangan yang besar dan bersih, lebih baik daripada klinik kesehatan yang ada. Keamanannya super ketat. Apptek ini menjual berbagai jenis ganja dan lotion, pil dan produk lainnya.

Apotek ini juga juga akan mengkategorikan produk yang mereka jual supaya sesuai untuk penyakit yang berbeda. Ada ganja yang bekerja sangat cepat dan ada yang memiliki spesifikasi khusus untuk meredam sakit.

5. Pertentangan Hukum Ganja Antar Negara Bagian

Pertentangan hukum soal ganja antara negara bagian jadi menegang. Pasalnya, 18 negara bagian telah melegalkan ganja dan ada yang masuk melalui produk kesehatan. Padahal, secara nasional pemerintah AS masih menganggap ganja itu ilegal.

UU negara tersebut juga memperbolehkan untuk pembukaan apotik. Namun kesenjangan aturan negara bagian dan federasi terletak pada penegakan hukum ganja.

Misalnya hukum ganja untuk negara Washington. Di sana boleh memiliki ganja, namun tidak untuk menjualnya. Sama halnya dengan California di mana ganja diperbolehkan tapi petani ganja tidak memiliki perlindungan yang sama dengan penggunanya.
Halaman 2 dari 6
(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads