Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, kemarin pihak Artha Graha melalui Direktur Utama Graha Banten Lampung Sejahtera Agung R. Prabowo menemuinya. Salah satu pembahasannya soal proyek tanggul raksasa, yang kini memang sedang disiapkan pemerintah pusat. Pada saat pertemuan itulah, muncul gagasan menggarap mega proyek tersebut secara bersama antara pemerintah dan swasta
"Pemerintah sudah punya tim dan konsultan. Kok sama dengan ide kami, apakah kami bisa membantu, karena ide ini hampir sama kenapa kita nggak sama-sama saja," kata Djoko menirukan ucapan Dirut GBLS di sela-sela kegiatan temu pimpinan media massa di Hotel Century Park, Jakarta, Jumat (15/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi jangan dibuat pemerintah tapi semuanya swasta Kita senang sekali kalau seperti itu," katanya.
Djoko mengatakan, meski akan menawarkan proyek anti banjir ini kepada swasta, namun pemerintah pusat sudah menggelontorkan Rp 60 miliar untuk studi proyek. Mengenai kelanjutan dari tawaran GBLS soal proyek ini, Djoko akan melaporkannya ke Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
"Saya tak bisa lakukan sendiri, saya laporkan ke Kemenko dan tentunya akan dilaporkan ke presiden," katanya.
Kemarin Djoko ditemui oleh Direktur Utama Graha Banten Lampung Sejahtera Agung R. Prabowo. Saat keluar pukul 10.00 WIB, Agung enggan membicarakan hasil pertemuannya dengan Djokir.
PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) merupakan konsorsium antara Artha Graha, Pemprov Lampung, dan Pemprov Banten. Perusahaan ini adalah pemrakarsa proyek Jembatan Selat Sunda yang sampai saat ini belum jelas nasibnya, karena tak ada keputusan dari pemerintah pusat.
(hen/dnl)











































