Menjelang Natal dan Tahun Baru 2014, harga daging sapi diprediksi akan meningkat terdongkrak kenaikan harga daging karkas (daging dan tulang) yang sudah naik Rp 3.000/kg.
"Saya masih heran kenapa harga daging masih tinggi," ungkap Suswono saat ditemui usai melantik pejabat baru eselon I Kementerian Pertanian di Gedung Kementerian Pertanian Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (16/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam ketentuan tersebut, mekanisme buka tutup impor sapi bakalan maupun sapi siap potong menggunakan harga referensi (harga patokan) yaitu Rp 76.000/kg dan tidak akan menerapkan sistem kuota. Artinya apabila harga daging di pasar sudah di bawah Rp 76.000/Kg maka impor distop, begitu juga sebaliknya.
"Untuk harga daging yang masih tinggi, sebenarnya sekarang kan sudah terbuka impornya," imbuhnya.
Ia menyerahkan solusi masalah ini kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag). Pihak Kemendag dinilai lebih tahu alasan mengapa harga daging masih tetap tinggi.
"Nah ini menurut kami, perdagangan yang akan memantau lebih detil. Intinya saat ini tidak ada hambatan di Kementan dalam arti selama ini memang tidak ada hambatan cuma waktu itu disepakati dengan kuota tetapi saat ini tidak lagi dengan tujuan menurunkan harga. Kita harap bulan ini bisa turun," cetusnya.
(wij/hen)











































