Akibat Letusan Kelud, Harga Cabai Rawit Melambung di Pasar

Akibat Letusan Kelud, Harga Cabai Rawit Melambung di Pasar

- detikFinance
Kamis, 20 Feb 2014 14:45 WIB
Akibat Letusan Kelud, Harga Cabai Rawit Melambung di Pasar
Jakarta - Harga produk hortikultura yaitu cabai rawit mengalami kenaikan yang cukup signifikan beberapa hari terakhir. Kenaikan bahkan terlihat cukup parah dalam 2 hari terakhir. Hal ini disebabkan karena berkurangnya pasokan dari sentra produksi cabai rawit di Jawa Timur karena letusan Gunung Kelud.

"Pasokan cabai rawit saat ini berkurang cukup besar karena bencana letusan Gunung Kelud. Daerah penghasil sepetti Kediri dan Malang mengalami gagal panen," ungkap Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPI) Ngadiran kepada deikFinance, Kamis (20/02/2014)

Menurut tabel harga Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, harga cabai rawit per tanggal 18 Februari 2014 adalah sebesar Rp 35.000/kg. Sedangkan kemarin tanggal 19 Februari 2014 naik menjadi Rp 43.000/kg. Padahal rata-rata harga cabai rawit pada bulan Januari 2014 hanya mencapai Rp 26.645/kg.

"Itulah mengapa harga melonjak tajam karena kurang pasok. Cabai rawit saat ini pasokan hanya mengandalkan Sukabumi tetapi dengan kualitas dan kuantitas yang kurang baik dibandingkan Jawa Timur," jelasnya.

Sementara itu produk hortikultura lain yang mengalami kenaikan adalah cabai rawit hijau dari Rp 20.000/kg menjadi Rp 21.000/kg, daun sledri dari Rp 9.000/kg menjadi Rp 10.000/kg, terong dari Rp 7.500 menjadi Rp 8.000/kg, dan kembang kol dari Rp 9.500/kg menjadi Rp 10.000/kg.

Sedangkan produk hortikultura lainnya seperti bawang putih, bawang merah, daun bawang, tomat, wortel, buncis, sawi putih dan kol bulat harganya cendrung stabil bahkan mengalami penurunan.

(wij/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads