Hal ini diungkapkan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai membuka rapat kerja nasional Kementerian Perdagangan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (12/3/2014)
"Itu sangat membantu perekonomian Sumatera-Jawa dan Indonesia, anda tahu volume perdagangan itu tinggi sekali dan angkutan logistiknya sangat tinggi sekali," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini sudah 2 juta kendaraan per tahun yang melintasi dua pulau ini. Jika hanya menggunakan kapal, menurut Hatta itu akan memakan waktu yang cukup lama dan membuat ongkos logistik sangat tinggi.
Sehingga diperlukan jembatan penghubung yang dapat mempercepat arus perlintasan kendaraan. Itu pun yang akan membuat ongkos logistik akan semakin rendah dan menguntungkan semua pihak.
"Saya kira sudah mencapai lebih dari 2 juta kendaraan per tahunnya dan kalau ada jembatan cost logistik akan turun," jelasnya.
Secara umum, Ia menuturkan ongkos logistik yang tinggi akan membuat disparitas harga antar daerah dan provinsi di Indonesia. Maka dari itu diperlukan infrastruktur penghubung yang dapat memperlancar arus barang.
"Kita perlu menghilangkan disparitas harga antar daerah dan antar provinsi, ini tidak gampang karena berkaitan dengan infrastruktur," ungkap Hatta.
Penyelesaian hal itu, sudah ada Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Menurut Hatta itu harus segera direalisasikan.
"Ini sudah tertuang dalam MP3EI dan harus segera diwujudkan di antara segala hambatan yang ada," imbuhnya.
(mkl/dru)










































