Komisaris PT Perkakas Rekadaya Nusantara Djoni Rosadi mengatakan, metro kapsul yang saat ini pabriknya berada di Subang, Jawa Barat, bisa mengangkut 20 ribu hingga 30 ribu orang per hari.
"Kami menawarkan kepada Pak Gubernur jalur dari Parkir Timur (senayan) ke Cengkareng, yaitu jalur ke airport. Satu hari kira-kira yang terbang dari airport dan datang 70 ribu orang. Kita bisa mengangkut sekitar 20-30 ribu orang. Sehingga bisa mengurangi kemacetan yang terjadi dari bandara masuk ke kota," kata Djoni di Balaikota, Senin (24/3/2040).
Djoni mengatakan, metro kapsul adalah jenis transportasi yang bisa digunakan untuk pemerintah provinsi dengan dana terbatas. "Jadi menciptakan transportasi umum, murah, andal. Sehingga biaya investasi cepat kembali," jelas Djoni.
Menurut Djoni, pembangunan metro kapsul tidak perlu ada pembebasan lahan. Alat transportasi ini bisa dibangun di atas jalan.
"Sistem pembangunnya meniru Jepang yaitu kita tidak mengganggu seperti sekarang pembuatan MRT memakan jalan. Kalau kita akan kerja malam hari jam 10 sampai 5 pagi. Paginya sudah tidak ada material yang ada tiang-tiang sudah berdiri," jelas Djoni.
Namun untuk teknologi pemasangan tiang-tiangnya akan menggandeng pihak dari Jepang. "Kita bor tengah malam, pasang pancang, pagi sudah bersih. Kita tidak melakukan pekerjaan pada jam-jam sibuk. Kita pada malam hari. Kita selau kerja malam hari," cetusnya.
Ada sekitar 4-5 perusahaan lokal yang ikut dalam konsorsium pembangunan metro kapsul ini.
(dnl/dru)











































