Penyebab Harga Telur Ayam Naik Versi Peternak

Penyebab Harga Telur Ayam Naik Versi Peternak

- detikFinance
Senin, 26 Mei 2014 18:56 WIB
Penyebab Harga Telur Ayam Naik Versi Peternak
Jakarta - Harga telur ayam ras rata-rata nasional mengalami tren kenaikan sejak bulan lalu, kini harganya mencapai Rp 19.300/kg atau naik 6,59%. Bahkan di beberapa pasar tradisional di Jakarta harganya mencapai Rp 22.000-23.000/kg di tingkat konsumen dari sebelumnya sekitar Rp 19.000/kg.

"Memang ada kenaikan, wajar harus naik, dolar naik, harga pakan naik, memang harus naik, kenaikan sejak April pelan-pelan naik, sebelumnya Rp 15.000/kg di peternak," kata Ketua Dewan Pembina Pusat Informasi Pasar (PINSAR) Indonesia Hartono kepada detikFinance, Senin (26/5/2014).

Hartono mengatakan harga pokok produksi (HPP) telur di sentra peternakan Blitar, Jawa Timur di tingkat peternak Rp 17.000/kg dan HPP di sentra peternakan Jabotabek di tingkat peternak dijual Rp 17.500/kg.

"Biasanya harga telur sampai di konsumen berkisar sekitar maksimum 20% dari harga peternak," katanya.

Menurut Hartono, untuk menghitung harga telur di tingkat peternak adalah 15% dari HPP atau harga telur sekitar Rp 20.000/kg di tingkat peternak. Setelah itu, untuk menghitung harga di tingkat konsumen, yaitu harga peternak ditambah 20% untuk biaya transport, packaging, dan margin pedagang.

"Kemarin itu peternak rugi banyak, sehingga mengurangi produksi, sehingga wajar kalau sekarang naikkan harga," katanya.

Sebelumnya Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Srie Agustina mengatakan kenaikan harga telur ayam karena disengaja oleh pemerintah. Kemendag mengeluarkan surat edaran kepada para peternak untuk menaikkan harga bertahap sebelum bulan Puasa agar tak terjadi kenaikan signifikan.

"Naik karena by design. Pemerintah lihat peternak itu rugi maka dikeluarkan surat edaran itu yang mendorong harga naik," kata Srie.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads