Kiat Sukses dari Bos GE Indonesia yang Lumpuh

Kiat Sukses dari Bos GE Indonesia yang Lumpuh

- detikFinance
Minggu, 01 Jun 2014 22:21 WIB
Kiat Sukses dari Bos GE Indonesia yang Lumpuh
Jakarta - Kunci sukses yang paling utama dalam hidup adalah percaya diri. Apa pun kondisi seseorang, percaya diri harus menjadi hal mutlak.

Hal ini disampaikan oleh CEO General Electric Indonesia Handry Satriago, saat acara Kuliah Tujuh Menit (Kultum) Supermentor 2 yang bertema From Underdog to Over-Achivers, Resep Sukses, Life Skills, Etos Hidup untuk Generasi Indonesia Abad 21, di Djakarta Theatre, Jakarta, Minggu (1/6/2014).

Handry Satriago merupakan pemuda setengah lumpuh namun bermental baja. Menurutnya, tak ada rumus pasti untuk meraih sukses namun kemauan keras menjadi salah satu faktor penting untuk menggapai mimpi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Number one about leadership, successful is confidence. Di dunia sangat kompleks. Yang dilakukan start to be simple. Banyak orang bertanya kepada saya mengenai sukses. Tidak ada resep generik untuk sukses karena setiap orang berbeda-beda, yang beda kamu mau melakukannya tidak, sukses itu susah didefinisikan, sukses bagi saya adalah apa yang saya lakukan. Setiap orang punya definisi sendiri untuk sukses," katanya.

Handry merupakan salah satu pembicara dari 5 pembicara yang diundang oleh Mantan Dubes Indonesia untuk AS, Dino Patti Djalal. Empat pembicara lainnya adalah Iwan Sunito, anak sungai dari Kalimantan yang menjadi raja properti di Sydney.

Merry Riana, entrepreneur muda dan motivator wanita terkemuka yang telah mengantongi penghasilan US$ 1 juta di usia 26 tahun.

Peter F. Gontha, sopir taksi dan ABK yang menjadi pengusaha sukses. Dan 1 satu orang mystery guest yaitu Brigjen Polisi Dr. Petrus Reinhard Gollose yang terlibat dalam tim anti teror Densus 88.

Handry Satriago yang lahir pada 13 Juni 1969, mengaku butuh 13 tahun untuk bisa menggapai mimpinya menjadi pimpinan di General Electric Indonesia.

"13 tahun saya bekerja dari staf menjadi CEO hingga saat ini. Salah satu produk perusahan kami adalah mesin pesawat," katanya.

Pria yang sejak usia 17 tahun duduk di kursi roda ini punya mimpi untuk menjadi orang sukses. Dengan segala keterbatasannya itu, Handry kemudian bangkit dan membangun mimpi.

"Menjalankan hidup dengan kursi roda sejak usia 17 tahun dan hidup berjalan jauh dari yang saya harapkan. Tapi saya memulainya dengan menerima kenyataan, dan itu tak mulus, kenyataan menggigit, membuat kita mampu menysusun strategi baru, menghadapinya atau menghindarinya. Manusia bisa dibungkam, dilumpuhkan tapi mimpi tidak bisa dibunuh. 26 tahun menjalani kehidupan di kursi roda membuat saya yakin jika manusia punya daya tahan paling kuat. Ketika pilihan kita menghadapinya maka perangkat Tuhan telah disiapkan untuk kita," kisahnya.

Ia juga mengatakan, untuk bisa menggapai sukses juga bisa dilakukan dengan melawan rasa takut.

"Ketika menyeret kaki untuk kuliah saya takut, harus menjalani kemoterapi, naik pesawat, melamar istri, saya takut. Namun seiring rasa takut, mimpi menerangi jalan saya. Didukung keluarga, teman, dan orang baru yang percaya pada keyakinan saya. Sang penciptalah yang pada akhirnya menjadikan saya berhasil dari memimpin diri sendiri. Jika mereka melihat Anda mampu memimpin diri sendiri, mereka juga akan percaya kita," pungkasnya.

(drk/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads