Ini yang Dilakukan Pemerintah Jika Samsung Tak Bangun Pabrik Ponsel di RI

Ini yang Dilakukan Pemerintah Jika Samsung Tak Bangun Pabrik Ponsel di RI

- detikFinance
Senin, 02 Jun 2014 19:05 WIB
Ini yang Dilakukan Pemerintah Jika Samsung Tak Bangun Pabrik Ponsel di RI
Jakarta - Pemerintah menegaskan akan memberikan disinsentif berupa Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn BM) bagi industri seperti Samsung yang tak membangun pabrik ponsel di Indonesia.

Samsung memang sudah sejak lama membangun pabrik ponsel di Vietnam, kini pemerintah Indonesia menawarkan produsen asal Korsel itu membangun pabriknya di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung saat ditemui di Kantornya di Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2014).

"Saya sudah katakan kalau mereka mau bangun di tempat lain silakan kita akan kenakan pajak yang lain seperti PPnBM. Negara kan tidak boleh kalah. Silakan kalau mereka bangun di suatu tempat karena insentif yang luar biasa. Tetapi mesti tahu, masuk ke Indonesia akan dikenakan PPn BM," kata menteri yang biasa disapa CT ini.

Vietnam berani memberikan insentif pajak yang cukup agresif yaitu penghapusan Pajak Penghasilan Badan (PPh Badan) hingga 30 tahun. Menurut CT langkah itu mustahil dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

"Saya undang Samsung untuk datang dan saya mau tanya (Samsung) butuhnya apa yang mungkin dan tidak mungkin. Kita tidak mungkin kasih tax allowance 30 tahun tidak mungkin," katanya.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga mustahil memberikan lahan gratis bagi Samsung. Pihak Samsung harus melakukan kerjasama dengan pihak ketiga seperti kawasan-kawasan industri.

"Kita tidak mungkin juga kasih tanah gratis. Dimana tanahnya kan harus di kawasan industri kan tanah orang," imbuhnya.

Sebelumnya Vice President Samsung Electronics Lee Kang Hyun mengatakan, saat membuka pabriknya di Vietnam, Samsung mempunyai pertimbangan soal insentif fiskal atau pajak yang lebih menguntungkan.

"Jadi soal Samsung mendirikan pabrik di Vietnam, itu cerita lama, bukan berita saat ini," ujar Lee pekan lalu.

Sementara terkait berita yang ramai dibicarakan saat ini tentang permintaan pemerintah Indonesia agar Samsung membuka pabrik ponselnya di sini, Lee mengatakan hal itu sedang dibicarakan oleh kantor pusat Samsung di Korsel.

Lee bercerita, Menko Perekonomian Chairul Tanjung (CT) memang meminta Samsung untuk berinvestasi di Indonesia dengan membuka pabrik ponselnya. "Permintaan ini sudah kami sampaikan ke kantor pusat dan sedang dibahas," ujar Lee.

Saat ini Samsung sudah dua punya pabrik ponsel besar di Vietnam. Kini, produsen elektronika asal Korea Selatan ini, kembali mengucurkan investasi senilai US$ 2 miliar atau di kisaran Rp 23,3 triliun.

Targetnya pabrik baru tersebut akan memproduksi lebih dari 40% smartphone Samsung. Samsung saat ini telah memiliki dua pabrik ponsel ukuran besar di utara Vietnam. Terdiri dari pabrik seharga US$ 2,5 miliar di propinsi Bac Ninh dan satu lagi pabrik di propinsi Thai Nguyen senilai US$ 1,2 miliar

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads