Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) Joni Liano mengatakan sangat yakin kondisi harga daging sapi jelang Puasa dan Lebaran tahun ini tak akan mengalami gejolak harga yang tajam. Ia beralasan tahun lalu pada periode yang sama stok sapi hidup hanya 60.000, artinya jumlah sapi di feedloter saat ini sudah 180% dari perioda yang sama tahun lalu.
"Sekarang stok 170.000 sapi yang ada, saya pikir untuk menjaga Lebaran aman, tahun lalu saat mau Lebaran cuma 60.000 sapi, sehingga ada gejolak," katanya kepada detikFinance, Kamis (12/6/2014)
Ia mengatakan secara di atas kertas suplai sapi di feedloter sangat cukup. Pasokan ini juga akan ditentukan dari suplai sapi hidup dari lokal.
"Tapi kalau sapi lokal tak mengalir, 170.000 sapi bisa nggak cukup," katanya.
Joni menambahkan dengan pasokan sapi di feedloter dan pasokan lokal, harga daging sapi pada Lebaran tahun ini relatif bisa terjaga. Diperkirakan kenaikan harga hanya karena biaya logistik dan aksi spekulasi pedagang.
"Saya pikir stok tahun ini jauh lebih besar, perkiraan saya tak akan ada gejolak harga," katanya.
Menurutnya harga daging sapi di dalam negeri sangat bervariatif di pasar. Secara umum harga daging untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga saat ini di pedagang Rp 85.000/kg. Lalu daging prime cut sekitar di atas Rp 90.000/kg.
(hen/ang)











































