Ini Dia Penampakan Daging Celeng yang akan Diselundupkan ke Jakarta

Ini Dia Penampakan Daging Celeng yang akan Diselundupkan ke Jakarta

- detikFinance
Rabu, 02 Jul 2014 11:40 WIB
Ini Dia Penampakan Daging Celeng yang akan Diselundupkan ke Jakarta
Jakarta - Kasus upaya penyelundupan daging celeng (babi hutan) menjelang Lebaran atau selama 6 bulan pada 2014 sudah naik 200% dari angka penyelundupan tahun lalu. Daging-daging tersebut akhirnya dimusnahkan oleh Badan Karantina, Kementerian Pertanian (Kementan).

"Beberapa bulan terakhir ini karantina menangkap dan memusnahkan daging celeng," kata Kepada Badan Karantina Kementan Banun Harpini kepada detikFinance, Rabu (2/7/2014).

Misalnya sebelumnya Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon memusnahkan 1.168 kg daging celeng pada 16 Mei 2014 dengan menggunakan tungku pembakaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus penyelundupan terbaru soal daging celeng terjadi Senin (30/06/2014) malam. Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung wilayah kerja Bakauheni (Lampung) kembali menggagalkan penyelundupan 4 ton daging babi hutan.

Ribuan ton daging celeng ini dibawa dengan truck cold diesel thermoking dengan nomor polisi KB 9662 HH dari Sumatera Selatan tujuan Jakarta.

Menurut pengakuan supir truk daging ini akan dibawa ke Jakarta dan tidak dilengkapi dokumen apapun. Karantina melakukan penahanan mengingat daging ini diragukan sanitasinya dan kelayakan untuk dikonsumsi.

Selain itu, karantina wilayah kerja Bakauheni telah menahan total 5,7 ton daging celeng sejak 4 hari lalu. Sedangkan pada tanggal 18 Juni 2014 lalu pihaknya telah memusnahan 13,7 ton daging celeng tidak layak konsumsi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Setelah proses pemusnahan terjadi, Barantan kembali menangkap 6,9 ton daging celeng yang diduga ingin dijual ke Pulau Jawa.

Dilihat dari data statistik Badan Karantina Pertanian tahun 2013, volume yang berhasil ditangani Karantina mencapai 11.848 kg dengan frekuensi 11 kali tangkapan selama setahun. Ada pun tahun 2014 dari Januari hingga Juni saja telah tercatat volume yang berhasil ditangani mencapai 30.786 kg dengan frekuensi 16 kali tangkapan atau sudah 200% dari volume 2013.

(hen/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads