Ya, dua perusahaan tersebut merupakan pelat merah alias milik negara. Mereka adalah PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Peringkat Pertamina turun satu tingkat, sementara PLN adalah pendatang baru.
Seperti dikutip dari situs majalah Fortune, Selasa (8/7/2014), Pertamina berada di urutan 123 dalam daftar 500 perusahaan dengan omzet terbesar di dunia, turun dari sebelumnya di urutan 122 tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan PLN sebagai pendatang baru masuk di urutan 477 di daftar bergengsi ini. Di bawah pimpinan Direktur Utama Nur Pamudji, BUMN listrik itu bisa meraup omzet sebanyak US$ 25 miliar, naik tipis 0,6% dari tahun sebelumnya.
Meski omzetnya naik, perusahaan dengan jumlah karyawan 63.204 ini mengalami anjlok laba cukup dalam hingga 938,2% menjadi rugi US$ 2,87 miliar. Kerugian ini terjadi akibat rugi selisih kurs.
(ang/ang)











































