Ini Dia Sang Dara yang Akan Berputar-putar di Bandara Soekarno-Hatta

Ini Dia Sang Dara yang Akan Berputar-putar di Bandara Soekarno-Hatta

- detikFinance
Jumat, 12 Sep 2014 07:35 WIB
Ini Dia Sang Dara yang Akan Berputar-putar di Bandara Soekarno-Hatta
Jakarta - Operator Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng akan menyediakan fasilitas moda transportasi modern untuk mendukung mobilitas penumpang. Moda tersebut bernama Sistem Angkutan Bandara atau disingkat 'Sang Dara'.

Seperi apa bentuk Sang Dara? Berikut ini hasil penelusuran detikFinance pada acara pameran transportasi di SMESCO Tower, Jakarta, Kamis (11/9/2014).

Berbentuk Monorel

Sistem ini memakai moda kereta monorel (automated people mover system). Kereta monorel ini kembangkan secara keroyakan di dalam negeri oleh konsorsium BUMN yang diketuai PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

"Sang Dara atau sistem angkutan bandara ini sinergi BUMN. Kalau konsorsiumnya ADHI, LEN dan INKA," kata Monorel Engineering Adhi Karya Darmawan kepada detikFinance.

Menghubungkan Terminal 1-3

Sang Dara rencananya akan berputar secara otomatis untuk menghubungkan terminal 1, 2 dan 3. Panjang rute perjalanan adalah 3 kilo meter. Monorel ini akan berhenti di setiap terminal.

"Waktu mutar 7,89 menit dari depo sampai seluruh terminal dengan kecepatan 80 km/jam," jelasnya.

Mulai Dibangun Akhir 2014

Sang Dara direncanakan bisa ground breaking atau dimulai pembangunannya pada akhir 2014. Proses konstruksi memerlukan waktu 2 tahun. Saat beroperasi, Sang Dara bisa melayani pengguna jasa selama 24 jam. Jarak antar kereta dirancang 3-5 menit.

"Rencana ultimate 4 train set. Dari jam 05.00 sampai 23.00 malam. Itu yang reguler. Kalau ada permintaan khusus untuk penerbangan malam. Dia dilayani hanya 1 train set. Itu muter sampai jam 05.00," sebutnya.

Karya Anak Bangsa

Monorel Sang Dara dirancang oleh PT INKA (Persero) sementara sistem kendali dan persinyalan dikerjakan oleh PT LEN (Persero). Untuk teknologi, Sang Dara mengadopsi konsep monorel di Eropa dan Jepang.

"Ini diadopsi dari Eropa dan Jepang. Kalau di Eropa misal untuk rem adopsi monorel di Swiss, alat penggerak dari Jerman," ujarnya.
Halaman 2 dari 5
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads