Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (16/9/2014), perusahaan dari Tiongkok ini memasang kisaran harga saham perdananya antara US$ 66-68 per lembar, naik dari patokan sebelumnya yaitu US$ 60-66 per lembar. Dengan demikian, perusahaan asal Negeri Tirai Bambu ini bisa bernilai hingga US$ 165,5 miliar (Rp 1.655 triliun).
Berikut ini fakta menarik IPO terbesar sepanjang sejarah pasar modal dunia ini seperti rangkuman detikFinance dari berbagai sumber, Rabu (17/9/2014).
Jack Ma, Pendiri dan Otak di Balik Alibaba
|
|
Jack Ma adalah pendiri dari Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok. Selain Ma, salah satu orang terkaya Tiongkok lainnya, Joseph Tsai, yang merupakan komisaris di Alibaba.
Sejak lama Ma ingin membawa perusahaannya go publik namun sempat gagal ketika ditolak oleh regulator Hong Kong untuk IPO September tahun lalu.
Akhirnya ia memilih untuk menjual saham Alibaba di Amerika Seikat (AS) dengan melantai di Bursa New York. Perusahaan dari Tiongkok ini memasang kisaran harga saham perdananya antara US$ 66-68 per lembar, naik dari patokan sebelumnya yaitu US$ 60-66 per lembar.
Jack Ma Hartanya Bertambah Rp 145 Triliun
|
|
Jika setelah IPO nanti nilai perusahaan Alibaba mencapai US$ 165,5 miliar (Rp 1.655 triliun), maka harta Ma di Alibaba akan naik menjadi Rp 145 triliun.
Ma saat ini menduduki peringkat ke-8 di daftar orang terkaya Tiongkok. Sementara di tingkat dunia, pria berumur 50 tahun ini berada di peringkat ke-122.
Jack Ma Dulunya Miskin, Berprofesi Guru
|
|
Siapa yang menyangka, Jack yang dulu hanyalah guru miskin di Tiongkok kini jadi pemilik perusahaan jual-beli online saingan e-Bay senilai lebih dari US$ 165,5 miliar (Rp 1.655 triliun).
Jack Ma masih berprofesi sebagai guru pada 1995 ketika ia memutuskan untuk berhenti dan memilih karir sebagai penerjemah bahasa Inggris. Ia pun mendirikan usaha jasa penerjemah.
Pada tahun yang sama ia berkesempatan mengunjungi Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya dalam kunjungan bisnis. Pada waktu itu banyak sekali perusahaan Tiongkok yang mengekspor ke AS tapi terkendala dalam bahasa, di sinilah peran Jack sangat dibutuhkan.
Untuk pertama kalinya juga Jack mengenal internet. Temannya di AS memperkenalkan Jack kepada internet dan memberitahu bahwa banyak sekali informasi yang bisa dimanfaatkan lewat internet.
Namun alangkah terkejutnya ia ketika mencari informasi soal Tiongkok di internet pada waktu itu hasilnya nihil. Sama sekali tidak ada informasi tentang Negeri Tirai Bambu di dunia maya.
Ketika pulang ke kampung halamanya, ia memutuskan untuk membuat situs tentang Tiongkok. Berbagai informasi ia masukan ke dalam situs bernama China Pages itu, seperti daftar perusahaan Tiongkok yang mencari pelanggan di luar negeri.
Usahanya ini gagal dan terpaksa ditutup. Empat tahun kemudian, ia kembali berbisnis di dunia maya. Ia namakan perusahaan internet keduanya ini Alibaba.
Salip eBay dan Amazon
|
|
Seperti dikutip dari data Reuters, Selasa (16/9/2014), tak hanya menjadi perusahaan internet termahal di Tiongkok, Alibaba juga menyalip kapitalisasi pasar pesaingnya di internasional, yaitu eBay dan Amazon Inc. eBay bernilai US$ 63,25 miliar sedangkan Amazon sebesar US$ 149,6 miliar.
Dua perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu sama-sama bergerak di bisnis eCommerce. Bahkan selama ini Alibaba dikenal dengan sebutan eBay-nya Tiongkok.
Halaman 2 dari 5











































